PEMANFATAATAN NILAI-NILAI BUDAYA TRADISI SAMPUNG BONE CULTURE DI KABUPATEN PONOROGO SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA

Ayu Oka Ariani, Djono Djono

Abstract


Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai yang terkandung dalam Kebudayaan Sampung Bone, pemanfaatannya sebagai sumber pembelajaran sejarah, serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya di SMA Negeri 1 Badegan Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental tunggal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi dengan melibatkan guru sejarah, peserta didik, serta juru pelihara Goa Lowo Sampung. Validitas data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Budaya Sampung Bone memiliki nilai sejarah, edukatif, budaya, dan karakter yang relevan dengan pembelajaran sejarah. Pemanfaatan nilai budaya lokal dalam kegiatan pembelajaran membantu peserta didik memahami materi praaksara secara lebih kontekstual serta meningkatkan motivasi belajar. Namun terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan pemahaman guru mengenai sumber sejarah lokal, minimnya media pendukung pembelajaran, dan keterbatasan akses sumber belajar terkait Kebudayaan Sampung Bone. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran sejarah penting dilakukan untuk memperkuat kesadaran sejarah dan identitas budaya peserta didik.

 

Kata Kunci: Budaya Sampung Bone, Pembelajaran Sejarah, Kearifan Lokal, Sumber Belajar, Sejarah Lokal

 

 

Abstrak

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai yang terkandung dalam Budaya Sampung Bone, pemanfaatannya sebagai sumber belajar sejarah, dan kendala yang dihadapi dalam implementasinya di SMA Negeri 1 Badegan Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan guru sejarah, siswa, dan penjaga Goa Lowo Sampung. Validitas data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Budaya Sampung Bone mengandung nilai-nilai sejarah, pendidikan, budaya, dan karakter yang relevan dengan pembelajaran sejarah. Pemanfaatan nilai-nilai budaya lokal dalam kegiatan pembelajaran membantu siswa memahami materi prasejarah secara lebih kontekstual dan meningkatkan motivasi belajar. Namun, ditemukan beberapa kendala, antara lain terbatasnya pemahaman guru mengenai sumber sejarah lokal, terbatasnya media pendukung pembelajaran, dan terbatasnya akses terhadap sumber belajar yang berkaitan dengan Budaya Sampung Bone. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran sejarah penting untuk memahami kesadaran sejarah dan identitas budaya siswa.

 

Kata kunci: Budaya Sampung Bone , Pembelajaran Sejarah , Kearifan Lokal , Sumber Belajar , Sejarah Lokal


Keywords


Sampung Bone Culture; Pembelajaran Sejarah; Kearifan Lokal; Sumber Belajar; Sejarah Lokal

Full Text:

PDF

References


Agung, L. & S. W. (2019). Perencanaan Pembelajaran Sejarah (2 ed.). Penerbit Ombak. Yogyakarta.

Aliah., Fitria., Sari, M., & Zubaidah. (2024). Pentingnya Sumber Belajar Dalam Pendidikan di Sekolah. Jurnal Pendidikan KITA, 1(1), 42- 50.

Asmara, Y. (2019). Pembelajaran Sejarah Menjadi Bermakna dengan Pendekatan Kontektual. Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora, vol. 2 (2), 105-120. https://doi.org/10.31539/kaganga.v2i2.940

Creswell, J. W. (2015). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications, Inc.

Daliman, A. (2012). Metode Penelitian Sejarah. Penerbit Ombak.

Ekowati. (2015). Pemanfaatan Mediasitus Goa Lowo dalam Pembelajaran Sejarah Kelas X SMA Negeri 3 Ponorogo Tahun Ajaran 2014/2015. [Skripsi]. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Hartutik, & Abdulkarim, A. (2024). Analisis Terhadap Implementasi dan Pengembangan Sumber Belajar IPS Masa Transisi K13 Ke Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Pertama. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(1),1091-1102. https://doi.org/10.58230/27454312 .359

Januardi, A., Superman, S., & Nur, S. (2024). Integrasi Nilai-Nilai Tradisi Masyarakat Sambas dalam Pembelajaran Sejarah. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 4(2), 794-805. DOI: https://doi.org/10.53299/jppi.v4i2.604.

Komalasari, K. (2017). Pembelajaran kontekstual: konsep dan aplikasi. Bandung. Refika Aditama.

Kuntowijoyo. 1995. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kusnoto, Y., & Minandar, F. (2017). Pembelajaran Sejarah Lokal: Pemahaman Kontens Bagi Mahasiswa. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 4(1), 125- 137. https://doi.org/10.31571/sosial .v4i1.428

Marwan & Irsan, N. (2021). Pemanfaatan Bangunan Kota Tua Makassar sebagai Sumber Belajar Sejarah Pada Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makasar. Jurnal Galeri Pendidikan, 2(2), 127.

Miles. M. B. Huberman. A. M. & Saldaña, J. (2014). Qualitative data anahsis A methods sourcebook (3rd ed). Thousand Oaks, CA. SAGE Publications.

Muhtarom, H. (2022). Pembelajaran Sejarah Abad 21: Nilai-nilai Sejarah Lokal Sebagai Identitas Bangsa. Jurnal Pendidikan Sejarah, 10(2), 116–130.

Nisa, J., Paripurno, E. T., Maharani, Y. N., Windarti, A., Purwanta, J., Nugroho, A. R. B., & Muryani, E. (2025). Pengembangan Modul Ajar Sejarah (IPS) Fase E Berbasis Kurikulum. Fajar Historia. 9(3), 486–498.

Rispan, R., & Sudrajat, A. (2020). Pewarisan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Kalosara dalam Pembelajaran Sejarah Untuk Membangun Karakter Siswa. HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, 8(1), 61-76. DOI: 10.24127/hj.v8i1.2254.

Sardiman, S. 2017. Reformulasi Pembelajaran Sejarah: Sebuah Tantangan. ISTORIA : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah. 13, 1 (Dec. 2017). DOI:https://doi.org/10.21831/istoria.v13i1.17610.

Sartini, S. (2004). Menggali kearifan lokal Nusantara: Sebuah kajian filsafati. Jurnal filsafat, 14(2), 111-120. https://doi.org/10.22146/jf.33910.

Satrianawati. (2018). Media dan Sumber Belajar. Yogyakarta. Deepublish.

Syahputra, E. & Sariyatun. (2019). Pembelajaran Sejarah di Abad 21 (Telaah Teoritis terhadap Model dan Materi). Yupa: Historical Studies Journal, 3(1), 18-27. https://doi.org/10.30872/yupa.v3i1.163.

Syahputra, M. A. D., Sariyatun, & Ardianto, D. T. (2021). Peranan Penting sejarah lokal sebagai objek pembelajaran untuk membangun kesadaran sejarah. HISTORIA: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah, 4(21), 85-94. https://doi.org/10.17509/historia.v4i1.27035.

Wiyanarti, E., Supriatna, N., Winarti, M. (2019). Pengembangan sejarah lokal sebagai sumber pembelajaran sejarah yang kontekstual. FACTUM: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah, 9 (1). 2020. 67-74, DOI: https://doi.org/10.17509/factum.v9i1.21666

Yin, R. K. (2018). Studi Kasus: Desain & Metode. Depok: PT. RajaGrafindo Persada. Case Study Research Design and Methods. Sage. (web pdf).




DOI: https://doi.org/10.32502/jdh.v6i1.11217

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026

 Indexed by :