DARI KONGRES KE REGULASI: PERAN ORGANISASI PEREMPUAN PADA LAHIRNYA UNDANG-UNDANG PERKAWINAN 1974
Abstract
The enactment of the Marriage Law of 1974 was the result of a long and complex process marked by persistent struggles and dynamic developments. Behind this achievement, women's organizations played a significant role. Before its enactment, existing marriage regulations, whether based on religious law or customary law, were considered inadequate in providing legal protection for women. Consequently, there emerged a strong demand for a specific marriage law that would better safeguard women's rights within marriage. This study aims to examine the role of women's organizations in the formulation and enactment of the Marriage Law, from the emergence of the initial idea to its official ratification in 1974. The study employs the historical research method, which consists of five stages: topic selection, heuristics (source collection), source criticism, interpretation, and historiography (historical writing). The findings reveal that the idea of establishing a Marriage Law first emerged during the First Indonesian Women's Congress. Women's organizations affiliated with the Indonesian Women's Association (PPII) actively supported and advocated for the enactment of the Marriage Law through various institutions they established, including the Marriage Consultation Bureau, KPKPAI (Komite Perlindungan Kaum Perempuan dan Anak-Anak Indonesia), BPPIP (Badan Perlindungan Perempuan Indonesia dalam Perkawinan), BP4 (Badan Penasihatan Perkawinan, Perselisihan, dan Perceraian), NTR Committee (Nikah Talak Rujuk), and ultimately the LPHN (Lembaga Pembinaan Hukum Nasional), which was responsible for drafting a nationally applicable Marriage Bill.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Blackburn, Susan. 2007. Kongres Perempuan Pertama: Tinjauan Ulang. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Gerwis Jatim Menolak PP No. 19.(7 Agustus 1952). Pikiran Rakjat.
Ihsan, Zainoel dan Soeharto, Pitut. 1981. Aku Pemuda Kemarin di Hari Esok. Jakarta: Jayasakti.
Jazimah, Ipong & Nugroho, Arifin Suryo. 2021. Maria Ulfah: Menteri Perempuan Pertama Indonesia. Jakarta: Penerbit Kompas.
Jazimah, Ipong. 2024: Menyuarakan Perubahan: Perjalanan Sujatin Kartowijono dalam Memajukan Perempuan Indonesia. Purwokerto: UMP Press.
Kowani. 1978. Sejarah Setengah Abad Pergerakan Wanita Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Peraturan Nikah dan Talak. (16 November 1946). Api Rakjat .
Pringgodigdo, A.K. 1984. Sejarah Pergerakan Rakyat Indonesia. Jakarta: Dian Rakyat.
Priyadi, Sugeng. 2021. Metode Penelitian Sejarah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sekitar Peraturan Pensiun Djanda-Djanda. (6 Agustus 1952). Pikiran Rakjat.
Soal-Soal Sekitar UU Perkawinan. (2 Januari 1971). Masa Kini.
Stuers, Cora Vreede. 2008. Sejarah Perempuan Indonesia: Gerakan dan Pencapaian. Jakarta: Komunitas Bambu.
Suratmin dkk. 1991. Biografi Tokoh Kongres Perempuan Indonesia Pertama. Jakarta: Depdikbud.
Suwondo, Nani.1981. Kedudukan Wanita Indonesia dalam Hukum dan Masyarakat. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Tantangan dan Peluang Penulisan Sejarah Aisyah di https://suaraaisyiyah.id/tantangan-dan-peluang-penulisan-sejarah-aisyiyah/, diunduh Senin 15 September 2025.
Terhadap Soal PP No. 19 Tidak Diambil Putusan. (28 November 1952). Sin Min.
Ulfah, Maria. 1981. Perjuangan untuk Mencapai Undang-Undang Perkawinan: Suatu Pengalaman. Jakarta: Yayasan Idayu
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan
DOI: https://doi.org/10.32502/jdh.v6i1.11223
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026
Indexed by :





