PROFIL GAYA BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH ILMU LINGKUNGAN BERBASIS BLENDED LEARNING

Destri Ratna Ma'rifah, Yahya Hanafi, Galuh Alif Fahmi Rizki

Abstract


Mahasiswa memiliki gaya belajar yang berbeda antara satu dengan yang lain meskipun kemungkinan ada yang memiliki gaya belajar sama. Mahasiswa termasuk sebagai peserta didik pada jenjang pendidikan tinggi. Mata kuliah Ilmu Lingkungan membutuhkan banyak pembelajaran secara kontekstual, pengayaan, diskusi dan studi kasus di lingkungan sehingga diselenggarakan secara blended learning. Blended learning akan efektif jika pengajar mengetahui gaya belajar mahasiswa. Oleh karena itu, perlu diketahui gaya belajar mahasiswa untuk keefektifan kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Responden adalah mahasiswa yang menempuh mata kuliah Ilmu Lingkungan. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah angket tertutup. Data dianalisis menggunakan persentase. Hasil studi menunjukkan mahasiswa peserta mata kuliah Ilmu Lingkungan memiliki gaya belajar auditif-visual sebanyak 61,1%, kemudian diikuti oleh gaya belajar visual, visual-kinestetik, auditif-kinestetik, auditif, dan kinestetik. Pembelajaran secara blended (blended learning) dapat menjadi salah satu alternatif guna memfasilitasi gaya belajar mahasiswa yang beragam. Sebanyak 71,1% dari mahasiswa menggunakan internet sebagai sumber belajarnya dan sebanyak 91,2% mahasiswa mengakses internet melalui smartphone. Kebiasaan mahasiswa menggunakan internet melalui smartphone mendukung dalam kegiatan pembelajaran secara blended yang dilakukan.


Students have different learning styles from one another even though there may be those who have the same learning style. Environmental Science Subject require a lot of contextual learning, enrichment, discussion and case studies in the environment so that blended learning is held. Blended learning will be effective if the teacher knows the students learning style. Therefore, it is necessary to know the learning styles of students for the effectiveness of learning activities undertaken. The study method was a survey. Respondents were students who take Environmental Science Subject. The data obtained was quantitative data. The instrument used was a closed questionnaire. Data were analyzed using percentages. The study results showed that students participating in the Environmental Sciences Subject had the auditive-visual learning style with a percentage of 61.1%, then followed by the visual, visual-kinesthetic, auditive-kinesthetic, auditive, and kinesthetic learning styles. Blended learning can be one alternative to facilitate the diverse student learning styles. As many as 71.1% of students used the internet as a source of learning and as many as 91.2% of students accessed the internet through smartphones. The students' habit of using the internet through smartphones supported the blended learning activities.


Keywords


gaya belajar mahasiswa; mata kuliah ilmu lingkungan; student learning style; environmental science subject; blended learning

Full Text:

PDF

References


Ceylan, V.K., & Kesici, A.E. (2017). Effect of Blended Learning to Academic Achievement. Journal of Human Sciences, 14 (1), 308-320. https://doi.org/10.14687/jhs.v14i1.4141

Darmawan, D. (2012). Inovasi Pendidikan: Pendekatan Praktik Teknologi Multimedia dan Pembelajaran Online. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Ismantohadi, E., Nugroho, L.E., & Kusumawardani, S.S. (2015). Prototipe Sistem E-Learning dengan Pendekatan Gaya Belajar VARK (Kasus: Politeknik Indramayu). JNTETI, 4 (3), 147-156. http://dx.doi.org/10.22146/jnteti.v4i3.156

Joyce, B., Weil, M., & Calhoun, E. (2015). Model of Teaching. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Juraman, S.R.. (2014). Pemanfaatan Smartphone Android oleh Mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam Mengakses Informasi Edukatif. Acta Diurna Komunikasi, 3 (1). Diakses dari https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/actadiurnakomunikasi/article/view/4493

Kusumawati., N. (2015). Labirin: Model Pembelajaran Labeli, Bicarakan, dan Ringkas. Cendekia: Journal of Education and Teaching, 9 (1), 103-112. https://doi.org/10.30957/cendekia.v9i1.56

Huda, M. (2013). Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran: Isu-isu Metodis dan Paradigmatis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Murni, D., Romlah, S., & Hodijah, N. (2016). Penerapan Blended Learning Berbasis Scaffolfing untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Logis dan Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Biologi Umum. Biodidaktika,11 (1). Diakses dari http://www.jurnal.untirta.ac.id/index.php/biodidaktika/article/view/1578

Rijal, S., & Bachtiar, S. (2015). Hubungan antara Sikap, Kemandirian Belajar, dan Gaya Belajar dengan Hasil Belajar Kognitif Siswa. Bioedukatika, 3 (2), 15-20. http://dx.doi.org/10.26555/bioedukatika.v3i2.4149

Rusman. (2014). Model-Model Pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Sugiyanto. (2010). Model-Model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Yuma Pustaka.

Sukarsih. (2016). Pengembangan Materi Ajar Ekosistem untuk SMP Menggunakan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat dan Tim Hijau Sekolah. Cendekia: Journal of Education and Teaching, 10 (1), 67-78. https://doi.org/10.30957/cendekia.v10i1.83

Suprijono, A. (2016). Model-model Pembelajaran Emansipatori. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.




DOI: https://doi.org/10.32502/dikbio.v3i1.1198

Copyright (c) 2019 Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi

Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi is indexed by:

       


Creative Commons License
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.