PENGARUH WAKTU DAN RATIO VOLUME EKSTAK AIR BELIMBING WULUH : AIR PADA PROSES EKSTRAKSI SELULOSA DALAM SELUDANG PISANG

Dewi Fernianti, Atikah prihatmoko

Abstract


Kelopak jantung pisang (seludang jantung pisang) berwarna merah tua yang bila diamati dengan kasat mata tersusun secara spiral, berlapis lilin, dan berserat. Serat merupakan senyawa yang membentuk selulosa. Selulosa adalah senyawa organik penyusun utama dinding sel tumbuhan. Selulosa merupakan bahan dasar penyusun tumbuhan yang merupakan metabolit primer yang dapat dengan mudah diperoleh melalui ekstraksi dari bahan dasar tumbuhan. Asam organik bisa didapat dari buah-buah yang memiliki rasa asam seperti belimbing wuluh. Penelitian dilakukandengan mencuci seludang jantung pisang dengan air hingga bersih, lalu dikeringkan selama kurang lebih 3 hari dibawah sinar matahari dan disimpan pada suhu ruangan. Kemudian serat di bleaching dengan larutan sodium chlorite (NaClO2) selama 3 jam pada 80oC di waterbath lalu disaring dan dicuci dengan air destilat. Untuk menghilangkan kadar hemiselulosa maka sebanyak 5 gram seludang jantung pisang diekstrak menggunakan air belimbing wuluh pada temperatur 60oC dengan variabel waktu 1, 2, 3, 4, 5 dan variasi air ekstrak belimbing wuluh dengan air 60:40, 70:30, 80:20, 90:10 dan 100:0. Selanjutnya sampel disaring dan dicuci dengan air destilasi. Untuk mendapatkan hasil maksimal maka serat selulosa yang telah diperoleh direndam kembali dalam ekstrak air belimbing wuluh selama 5 jam, kemudian dilakukan penyaringan dan dicuci dengan air distilat hingga terbebas dari asam. Dari penelitian dihasilkan kadar ?-selulosa dari seludang jantung pisang yang didapatkan cukup besar yaitu 67,12% pada kondisi waktu pemasakan 3 jam dan ratio air ekstrak belimbing wuluh dengan air yaitu 70 : 30, dengan rendemen 73,00%, kadar air 8% dan kadar abu 5%.

Kata kunci : selulosa, belimbing wuluh, ekstraksi


Full Text:

PDF

References


Carangal, A.R., L. G. Gonzalez, & I. L. Daguman. 1961. The Acid Constituents of Some Philippines Fruits. In : Subhadrabandhu.Under-utilized Tropical fruit of Thailand.

Food and Agricultural Organization of The United Nations Regional Office of Asia and The Pacific, Bangkok.

Dewi, Angela Myrra Puspita, dkk. 2017. Ekstraksi dan Karakterisasi Selulosa dari Limbah Ampas Sagu. Prosiding SNST ke-8 Tahun 2017, ISBN 978-602-99334-7-5, Fakultas

Teknik Universitas Wahid Hasyim, Semarang.

Haztuti, Dini. 2018. Pemanfaatan Kelopak Bunga Pisang (Seludang Jantung Pisang) sebagai Bahan Baku Alternatif Pembuatan Pulp. Skripsi. Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Palembang.

Jayanti, Yeyen. 2016. Pengaruh Waktu Ekstraksi dan Konsentrasi HCl pada Proses Ekstraksi Selulosa dalam Ampas Teh. Jurnal Distilasi. Vol 1, No 1 hal 62-66.

Ping, Y.L.H. 2012. Preparation and Characterization of Cellulose Nanocrystals from Rice Straw. Carbohidrate Polymer.

Panji, Rasyid. 2012. Sejuta Manfaat Jantung Pisang.

Parajo, J.C, J.L Alanso, D. Vaquez. 1993. On The Behaviour of Lignin and Hemicellulose During Acetocov Processing. Bioresource Tecnology 46, 233-240

Paskawati, Yessica Arini, Susyana, dkk. 2010. Pemanfaatan Sabut Kelapa sebagai Bahan Baku Kertas Komposit Alternatif. Jurnal Widya Teknik Vol 9, No. 1, 12-21. Surabaya: Jurusan

Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.




DOI: https://doi.org/10.32502/jd.v3i1.1877

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Distilasi



Jurnal Distilasi is indexed by: