DISTRIBUSI UKURAN, HUBUNGAN PANJANG-BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN LAIS JANGGUT (Ompok hypophthalmus) DI PERAIRAN SUNGAI KOMERING BAGIAN HILIR, SUMATERA SELATAN

Marson Marson

Abstract


Ikan lais janggut (Ompok hypophthalmus) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat yang tinggal di tepian Sungai Komering bagian hilir khususnya, karena selain rasanya yang khas, ikan ini merupakan komoditi perikanan yang tergolong ekonomis penting. Permintaan ikan lais janggut di pasaran saat ini cukup tinggi baik dalam bentuk segar maupun olahan (asap). Sampai saat ini penelitian yang berkaitan dengan biologi ikan lais janggut masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beberapa aspek biologi ikan lais di perairan Sungai Komering, untuk dapat dijadikan bahan acuan dalam pengelolaan sumber daya perikanan. Penelitian dilakukan di perairan Sungai Komering bagian hilir Provinsi Sumatera Selatan, pada bulan Maret-Juni 2011. Pengumpulan ikan contoh diperoleh dari hasil tangkapan nelayan dengan menggunakan alat tangkap jaring insang (gillnet). Parameter yang diamati: sebaran ukuran, hubungan panjang-berat, dan faktor kondisi. Hasil penelitian: jumlah ikan lais janggut yang tertangkap pada tiap bulan pengamatan selalu mengalami perubahan seiring dengan perubahan musim. Distribusi panjang ikan lais janggut 10,2-27,7 cm dengan rata-rata panjang 15,4 cm dan berat 5,0-49,0 gram dengan rata-rata 19,8 gram, ikan lais janggut hasil tangkapan didominasi ukuran panjang 12,4-14,5 cm dan kisaran berat 10,0-14,0 gram. Hasil analisis hubungan panjang-berat diperoleh nilai b < 3 dan t-hitung > t-tabel, dengan demikian pola pertumbuhan ikan lais janggut bersifat alometrik negatif, artinya pertumbuhan panjang lebih dominan dibandingkan dengan pertumbuhan berat. Nilai faktor kondisi adalah 1 pada tiap bulan pengamatan, menunjukkan ikan lais janggut termasuk ikan yang mempunyai bentuk badan pipih.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.