PENGARUH MASSA RAGI DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP PEMBUATAN ETANOL DARI ENCENG GONDOK

Miftahul Djana

Abstract


Bioetanol adalah sebuah bahan bakar alternatif yang diolah dari tumbuhan, dimana memiliki
keunggulan mampu menurunkan emisi CO2. Eceng gondok mengandung lignoselulosa yang bisa
dimanfaatkan dan diolah sebagai bioetanol. Etanol dibuat dengan proses hidrolisis asam dan fermentasi
dengan bantuan Saccharomyces Cereviciae. Penelitian ini bertujuan mempelajari pemanfaatan Eceng Gondok
untuk dibuat menjadi etanol. Penelitian dilakukan dengan penyiapan Eceng gondok, selanjutnya Eceng
Gondok didelignifikasi dengan menggunakan larutan natrium hidroksida (NaOH) dan dihidrolisis
menggunakan asam sulfat (H2SO4) difermentasi dengan variasi waktu (1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari, 5 hari, 6
hari, 7 hari, dan 8 hari dan dengan variasi massa ragi (2 gram, 4 gram, dan 6 gram). Etanol akan dihasilkan
setelah dipisahkan dengan menggunakan proses destilasi. Kemudian analisa kadar glukosa dan kadar etanol
menggunakan alat kromatografi gas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etanol tertinggi terkandung pada
sampel 23 sebesar 4,05%. Sampel 23 dihasilkan dari fermentasi 7 hari dan massa ragi 6 gram.


Keywords


eceng gondok; lignoselulosa; kromatografi gas; kadar alkohol

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.