PERENCANAAN PERAWATAN MESIN BATCHING PLANT DENGAN PENDEKATAN RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) (STUDI KASUS PT. WASKITA BETON PRECAST TBK

Andi Putra, Rurry Patradhiani, Nidya Wisudawati

Abstract


PT. Waskita Beton Precast merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur Beton precast dan ready mix. Permasalahan perusahaan adalah tingginya waktu kerusakan mesin batching plant di unit penyimpanan dan penyalur material yang mengakibatkan sistem produksi terhenti (downtime). Berdasarkan permasalahan, perlu dilakukan pengembangan sistem perawatan dengan pendekatan Reliability Centered Maintenance (RCM). Hasil pengolahan data metode RCM, nialai FMEA tertinggi adalah komponen solenoid, hasil analisis LTA, komponen belt conveyor, vanbelt dan solenoid tergolong kategori outage problem, sedangkan saringan agregat hanya economic problem. Hasl pemilihan tindakan komponen dalam ketegori Condition Directed (CD) yaitu komponen solenoid, kategori Finding Failure (FF) yaitu saringan agregat dan kategori Time Directed (TD) yaitu belt conveyor dan vanbelt. Komponen dalam kategori Time Directed (TD) dilakukan perhitungan interval penggantian komponen berdasarkan kriteria Total minimum downtime (TMD). Hasil perhitungan Total minimum downtime (TMD) didapatkan pergantian/perawatan selama 23 hari untuk komponen belt conveyor dan 14 hari untuk komponen vanbelt. Usulan perawatan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) dapat menurunkan downtime sebesar 12,89% dari tingkat downtime 3,46% menjadi 2,91% yang artinya menurunkan rata-rata waktu downtime dari 25 jam/bulan menjadi 21 jam/bulan.

Keywords


Downtime, Reliability Centered Maintenance (RCM), dan Total Minimum Downtime (TMD)



DOI: https://doi.org/10.32502/js.v3i2.1271

Refbacks

  • There are currently no refbacks.