PEMANFAATAN KOMPOS LIMBAH PERKEBUNAN SEBAGAI SUMBER HARA GUNA MENDUKUNG PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L). Merrill) PADA BERBAGAI TINGKAT PEMUPUKAN KIMIA

Yopie Moelyohadi

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui, mempelajari dan mendapatkan jenis kompos limbah perkebunan sebagai sumber hara guna mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai (Glycine max (L) Merril) di lahan kering sub marginal dalam rangka pengembangan inovasi teknologi budidaya tanaman yang mudah, murah dan berkelanjutan yang dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia tanpa menurunkan produksi. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan percobaan Kampus C Universitas Muhammadiyah Palembang yang terletak di Desa Pulau Semambu, Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei sampai Juli 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan masing-masing kombinasi perlakuan diulang tiga kali. Sebagai perlakuan petak utama adalah pemberian berbagai jenis kompos limbah perkebunan dengan takaran kompos masing-masing 10 ton/hektar,dan disusun dengan tiga taraf perlakuan yaitu: B0= Tanpa pemberian kompos (kontrol), B1= Kompos tandan kosong kelapa sawit (tankos), dan B2= Kompos LCC Perlakuan anak petak adalah pemberian berbagai dosis takaran pupuk kimia dengan empat taraf perlakuan, yaitu: K1= 25 %dosis pupuk kimia (18,75 kg Urea/ha +25 kg/ha SP36+ 12,5kg/ha KCl) , K2= 50 % dosis pupuk kimia ((37,5 kg Urea/ha +50 kg/ha SP36+ 25kg/ha KCl) dan K3= 75 % dosis pupuk kimia (56,25 kg Urea/ha +75 kg/ha SP36+37,5kg/ha KCl). Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa pemberian berbagai jenis kompos limbah perkebunan dan pemberian pupuk kimia pada berbagai tingkat pemupukan berpengaruh sangat nyata terhadap semua peubah yang diamati. Begitu juga dengan interaksi antar perlakuan berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap semua peubah yang diamati. Kombinasi pemberian kompos tankos dan pemberian pupuk kimia pada tingkat pemupukan 75% memberikan pertumbuhan dan produksi tertinggi, dengan hasil panen rata-rata mencapai 1,03 ton biji kering/hektar.

Keywords


Kombinasi pemberiankompos limbah perkebunan dan pupuk kimia pada berbagai tingkat pemupukan, pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.32502/jk.v11i2.463

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
klorofil by jurnal.um-palembang.ac.id is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.