Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Anak Usia 3-4 Tahun pada 21 Posyandu di Kota Palembang

Ahmad Bayu Alfarizi, Ertati Suarni

Abstract


Status gizi memiliki pengaruh pada perkembangan anak, dimana jika gizi yang dikonsumsi tidak terpenuhi dengan baik maka perkembangan akan terhambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan perkembangan anak usia 3-4 tahun di wilayah kerja Puskemas Pembina Palembang. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskemas Pembina Kota Palembang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified random sampling, besar sampel sebanyak 82 subjek. Data tinggi badan dan berat badan diambil dengan timbangan dan meteran, serta dimasukkan ke grafik WHO 2006. Skor perkembangan diambil dengan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Data kemudian dianalisis dengan uji chi square. Hasil penelitian ini menemukan 59,8 % anak mempunyai status gizi baik dan 23,8% mengalami gizi kurang. Perkembangan anak yang sesuai dengan usianya sebesar 51,2 %, meragukan 18,3 % dan mengalami penyimpangan 30,5 %. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan perkembangan anak usia 3-4 tahun di wilayah kerja Puskesmas Pembina Palembang.

Keywords


status gizi anak, perkembangan anak, KPSP

Full Text:

PDF

References


Depkes RI. 2012. Standar Pemantauan Pertumbuhan Balita. Departemen Kesehatan, Jakarta, Indonesia.

Balitbangkes. 2013. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar 2010. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI, Jakarta,

Balitbangkes. 2013. Laporan Provinsi Sumsel Riset Kesehatan Dasar 2007. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI, Jakarta, Indonesia

BABPENAS. 2013. Program Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi Dalam Rangka Seribu Hari Pertama Kehidupan. 5. Belkacemi, L dkk. 2010. Maternal Undernutrition Influensces Placental-Fetal Development. Biology of Reproduction. London, English. Hal 83.

Salsabila. 2010. Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Anak Usia 0-3 Tahun. Jurnal Kesehatan Nasional, Bandung, Indonesia. Hal. 7-12.

Depkes RI. 2012. Standar Pemantauan Pertumbuhan Balita. Departemen Kesehatan, Jakarta, Indonesia.

Dewi, P. P. & Nyoman, N. 2012. Hubungan Status Gizi Dengan Tingkat Perkembangan Usia Toddler (12-36 Bulan) di Kelurahan Sanur Wilayah. Kerja Puskesmas II Denpasar Selatan. Jurnal Kesehatan Nasional, Bali, Indonesia. Hal. 30-35

Depkes RI. 2012. Pemantauan Pertumbuhan Anak. Direktorat Gizi Masyarakat. Jakarta, Indonesia.

Gunawan, Fadlyana, dan Rusmil, 2011. Hubungaan Status Gizi dan Perkembangan Anak 1-2 tahun : Sari Pediatri. (2) 142.

Balitbangkes. 2013. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar 2010. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI, Jakarta,

Almatsier, Sunita. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, Indonesia. Hal. 6-7.

Moehji, Sjahmin. 2009. Ilmu Gizi Penanganan Gizi Buruk. Ed. III. PT Bhrata Niaga Media, Jakarta, Indonesia. Hal.23. 14. WHO, 2013. Esential Nutrition Action : “Improving Maternal, Newborn, Infant and Young Child Health and Nutrition”. Page (3): 23-24.

Prado, E dan Kathryn, D. 2012. Nutrition and Brain Development in Early Life. A & T Technical Brief Issue 4. Hal 3-5.

Soetjiningsih. 2014. Tumbuh Kembang Anak. EGC, Jakarta, Indonesesia. Hal 1-63.

Soekirman. 2012. Ilmu Gizi dan Aplikasinya. Departemen Pendidikan, Jakarta. Indonesia. Hal 59.

Behrman, Kliegman, dan Arvin. 2012. Ilmu Kesehatan Anak Nelson. (Vol.I. Edisi ke 15). Terjemahan oleh: Samik, Wahab (Ed). Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, Indonesia. Hal. 24-38.




DOI: https://doi.org/10.32502/sm.v6i1.1375

DOI (PDF): https://doi.org/10.32502/sm.v6i1.1375.g1213

Refbacks

  • There are currently no refbacks.