Gambaran Histologis Sel Ginjal Mencit (Mus musculus) yang diinduksi Parasetamol ditambahkan Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum sanctum)

Abdul Basith, Endang Listyaningsih, Selfi Handayani

Abstract


Penggunaan parasetamol sebagai obat analgetik antipiretik dewasa ini semakin meningkat. Parasetamol yang digunakan dengan dosis berlebih dapat menyebabkan efek nefrotoksik. Ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum) mengandung antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas dan mengurangi terbentuknya NAPQI yang dihasilkan metabolisme parasetamol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histologis sel ginjal mencit (mus musculus) yang diinduksi parasetamol dan penelitian ini untuk mengetahui efek peningkatan dosis dari ekstrak daun kemangi dapat mengurangi kerusakan sel ginjal mencit yang diinduksi parasetamol. Sampel berupa mencit jantan, galur Swiss webster berumur 2-3 bulan, + 20 gr. Sampel sebanyak 28 ekor dibagi dalam 4 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 7 ekor mencit. Kelompok kontrol (K) dan kelompok perlakuan 1 (P1), mencit diberi aquades selama 14 hari. Kelompok perlakuan 2 (P2), mencit diberi ekstrak daun kemangi dosis I selama 14 hari. Kelompok perlakuan 3 (P3), mencit diberi ekstrak daun kemangi dosis II. Parasetamol dosis 0,1 ml/ 20 grBB mencit diberikan pada kelompok P1, P2, dan P3 pada hari ke-12, 13, dan 14. Hari ke-15, mencit dikorbankan kemudian ginjal mencit dibuat preparat dengan metode blok parafin dan pengecatan Hematoksilin Eosin (HE). Kerusakan sel ginjal diamati dan dinilai dari gambaran histologis berupa penjumlahan inti piknosis, karioreksis, dan kariolisis. Kerusakan sel ginjal tertinggi pada kelompok P1 (parasetamol) dengan jumlah 75.43 ±5.192 dan kerusakan paling sedikit berada di kelompok K (aquades) dengan jumlah 16.43 ± 2.637.Jumlah kerusakan pada kelompok P2 (dosis I + paracetamol) is 21.29 ± 2.289 dan jumlah kerusakan pada kelompok P2 (dosis II + paracetamol) is 18.29 ± 2.563. Ekstrak daun kemangi dapat mengurangi kerusakan sel ginjal mencit dan peningkatan dosis dari ekstrak daun kemangi dapat mengurangi kerusakan sel ginjal mencit yang diinduksi parasetamol.

Keywords


ekstrak daun kemangi, parasetamol, kerusakan sel ginjal.

Full Text:

PDF

References


Utami P (2008). Buku pintar tanaman obat: 431 jenis tanaman penggempur penyakit. Jakarta: Agromedia Pustaka. p: 1,2,131

Hidayati N 2008. Kenikir, poh-pohonan dan kemangi mengandung antioksidan.http://www.detiknews.com/read/2008/09/18/144235/1008538/10/kenikir-poh-pohan-dan-kemangi-mengandung-antioksidan – 3. Winarsi H (2007). Antioksidan alami dan radikal bebas. Yogyakarta: Kanisius, p :20

Goodman L. S., Gilman A (2006). Dasar farmakologi terapi. Hardman K. G., Limbird L. E., Aisyah C. (eds). Edisi X. Jakarta: EGC, pp: 682-684

Neal M. J (2006). At a glance farmakologi medis. Edisi V. Jakarta: Erlangga, pp: 94-95

Wilamana P. F., Gunawan S. G (2007). Analgesik-antipiretik anlgesik anti inflmasi non steroid dan obat gannguan sendi lainya. Dalam: Farmakologi dan terapi. Edisi V. Jakarta: Balai Penerbit FK UI, pp: 237-239

Ngatidjan (1991). Petunjuk laboratorium metode laboratorium. Dalam: Toksikologi. Yogyakarta: Pusat Antar Universitas Bioteknologi UGM, pp: 152-194.

Gartner J. P. dan Hiatt J. L (2007). Color text book of histology. 3th ed. Philadelphia: Elsevier Saunders, pp: 437-445

Wilson L. M. 2005. Anatomi dan fisiologi ginjal dan saluran kemih. Dalam : Price S. A. dan Wilson L. M. (eds). Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit. Edisi 6. Volume 2. Jakarta: EGC, pp:867-894

Mitchell R. N. dan Cotran R. S (2007). Jejas, adaptasi, dan kematian sel. Dalam: Kumar V., Cotran R. S., Robbins S. L. (eds). Buku ajar patologi robbins volume 1. Edisi VII. Jakarta: EGC, pp: 3, 26-27. 11. Katzung B.G., (1998). Farmakologi dasar dan klinik. Edisi VI. Jakarta: EGC, pp: 574-575

Rubin E., Gorstein F., Rubin R., Schwarting R., Strayer D (2005). Rubin’s pathology: clinicopathologic foundations of medicine. 4th ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins, pp: 22-4

Mishra J., R.K. Srivastava, S.V. Shukla, C.S. Raghav (2007). Screening of medicinal plant extracts for antioxidant activity. Journal of Medicinal Plants Research Vol. 3(8), pp: 608-612

Almatsier S. (2004). Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, pp: 176-175.

Frank. C. L (1995). Toksikologi dasar. 2nd ed. Jakarta: UI Press, pp: 227-235

Shweta G, Pramod KM, Surrender S, Sharma, Rimi S (2006). Antidiabetic, anti hypercholesterolemic and antioxidant effect of ocimum sanctum (linn) seed oil. Indian Journal of Experimental Biology. 44: 300-304




DOI: https://doi.org/10.32502/sm.v7i1.1388

DOI (PDF): https://doi.org/10.32502/sm.v7i1.1388.g1140

Refbacks

  • There are currently no refbacks.