Hubungan Status Gizi Menurut Berat Badan terhadap Umur dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di Wilayah Puskesmas Kenten Palembang

Liza Chairani, Asmarani Ma'mun

Abstract


Pneumonia adalah peradangan yang mengenai parenkim paru. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi mikroorganisme, seperti bakteri, virus maupun jamur. Gejala yang sering timbul berupa batuk dan kesukaran bernafas. WHO tahun 2011 menyebutkan bahwa seperlima dari kematian bayi dan balita terutama di negara berkembang disebabkan oleh pneumonia. Pneumonia merupakan penyakit penyebab kematian kedua tertinggi setelah diare di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi menurut berat badan terhadap umur dengan kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Kenten Palembang Periode Januari-Desember 2012. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan menggunakan desain cross sectional dan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Subjek penelitian 95 orang balita yang diperoleh dari data sekunder pada catatan rekam medik balita di Poliklinik Manejemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Puskesmas Kenten Palembang. Teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Hasil penelitian memperoleh jumlah balita pneumonia lebih banyak pada balita berjenis kelamin laki-laki (57,4%), kelompok umur 6-24 bulan (51,6%), dan status gizi baik (56,8%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan status gizi menurut berat badan terhadap umur (p value 1,000 ; ?=0,05) dengan kejadian pneumonia pada balita di wilayah Puskesmas Kenten Palembang periode Januari-Desember 2012. Pneumonia pada balita tidak hanya disebabkan oleh satu faktor risiko, tetapi ada faktor risiko lain seperti faktor lingkungan yaitu tingginya pajanan terhadap polusi udara, kepadatan hunian, dan ventilasi.

Keywords


status gizi balita, pneumonia, pneumonia pada balita

Full Text:

PDF

References


Bryce et al. 2005. Factors associated with increase risk of progression to respiratory syncytial virus-associated pneumonia in young Kenya children. Tropical Medicine and International Health Volume 13 No 7, hal 914- 926. 2. Kartasasmita, Cissy. 2010. Pneumonia Pembunuh Balita, Buletin Jendela Epidemiologi Pneumonia Balita, Jakarta. Hal. 17, 22, 23

Liu Li, et al. 2012. Global Regional and National Causes of Child Mortality : An Updated Systematic Analysis for 2010 with Time Trends since 2000. The Lancet Early Online Publication

Kementrian Kesehatan RI. 2007. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian RI, Jakarta

Departemen Kesehatan RI. 2010. Buku Bagan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS), Jakarta

Dinas Kesehatan Kota Palembang, 2010

Profil Puskesmas Kenten Palembang, 2012

Departemen Kesehatan RI. 2002. Pedoman Pemberantasan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut untuk Penanggulangan Pneumonia pada Balita. Depkes RI, Jakarta

Rusepno, dkk. 2005. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak, Jilid I. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, hal. 21

Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan. 2010. Indikator Kesejahteraan Rakyat Sumatera Selatan. Bappeda Sumatera Selatan, hal. 65- 66. 11. Gozali, Achmad. 2010. Hubungan antara Status Gizi dengan Klasifikasi Pneumonia pada Balita di Puskesmas Gilingan Kecamatan banjarsari Surakarta. Departemen Kesehatan RI. 2004. Analisis Status Gizi dan Kesehatan Masyarakat, Jakarta

Dewi, Pramitya. 2011. Hubungan karateristik Anak dan Tingkat Pengetahuan Ibu terhadap Kejadian Pneumonia pada Balita di Puskesmas Pancoran Mas.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2011. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta : Rineka Cipta.

Marbun, Diessy. 2009. Karakteristik Balita Penderita Pneumonia Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Dr.Pirngadi Medan Tahun 2004-2007. Andarina, Diah. 2013. Faktor Risiko yang berhubungan dengan Kejadian Pneumonia pada Balita Umur 12- 48 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Mijen Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat

Said, Mardjanis. 2008. Pneumonia. Dalam : Rahajoe, N.N., Supriyatno, B., dan Setyanto, D.B (editor) Buku Ajar Respirologi Anak, Ed.1 Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jakarta, hal.350-364




DOI: https://doi.org/10.32502/sm.v5i2.1398

DOI (PDF): https://doi.org/10.32502/sm.v5i2.1398.g1150

Refbacks

  • There are currently no refbacks.