Hubungan Karakteristik Pasien Jamkesmas dan Kepuasan Pasien terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan di Poli Penyakit Dalam RSUD Palembang Bari Tahun 2013

Hibsah Ridwan, Kms Yakub Rahadiyanto

Abstract


Jaminan Kesehatan Masyarakat merupakan program pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin yang sebelumnya disebut Asuransi Kesehatan untuk Masyarakat Miskin (Askeskin). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palembang tahun 2013 bahwa untuk jumlah peserta pengguna Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) tersebut yaitu sebanyak 410.507 Jiwa, dan untuk para pengguna kartu Jamkesmas tersebut kebanyakan berasal dari kalangan masyarakat yang kurang mampu atau yang mengalami kesulitan dalam faktor perekonomiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien Jamkesmas (umur/ usia, pendidikan, dan jenis kelamin), dan kualitas pelayanan kesehatan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Palembang Bari Tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat survei analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel yang digunakan yaitu semua pasien pengguna Jamkesmas yang berobat di Poliklinik Penyakit Dalam, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Hasil penelitian berdasarkan hasil uji Kolmogorov-Smirnov menemukan tidak ada hubungan yang bermakna antara umur responden (p=1,000), tingkat pendidikan responden (p=1,000), jenis kelamin responde (p=0,998) dengan kualitas pelayanan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pelayanan kesehatan di RSUD Palembang Bari tidak memandang usia, tingkat pendidikan, maupun jenis kelamin pasien pengguna JAMKESMAS dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Keywords


karakteristik pasien jamkesmas, kualitas pelayanan kesehatan

Full Text:

PDF

References


Departemen Kesehatan RI. 2006. Penjaminan mutu Pendidikan Tenaga Kesehatan. Jakarta.

Departemen Kesehatan RI. 2003. SK Menkes No 1457/MOH/SK/X/2003 tentang Standar Pelayanan Kesehatan dengan Standard Pelayanan Minimal untuk mencapai Indonseia sehat 2010. Jakarta.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Petunjuk Teknis Surat Edaran Dirjen Dikti No.88/E/DT/2013 Mengenai Uji Kompetensi Dokter Indonesia Sebagai Exit Exam. Jakarta. Hal. 4. 4. Murti, Bhisma. 2011. Kurikulum Berbasis Kompetensi dan Problem Based Learning. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta. 5. Secondaria, V., Retno, G dan Suhoyo, Y. 2009. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada untuk Melaksanakan Pembelajaran yang Konstruktif, Mandiri, Kolaboratif dan Kontekstual dalam Problem-Based Learning. Jurnal Pendidikan Kedokteran dan Profesi Kesehatan Indonesia 1 (4): 1-32.

Zaini, H. 2002. Desain Pembelajaran di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Center for Teaching Staff Development (CTSD). Hal. 54.

DePorter, B dan Hernacki, M. 2007. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Terjemahan Oleh: Abdurahman, A. Bandung: Kaifa. Hal. 85, 116-118.

Endriani, R dan Elda, N. 2009. Pendapat Mahasiswa Terhadap Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dengan Problem Based Learning (PBL) di Fakultas Kedokteran Universitas Riau Pekanbaru. Jurnal Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Riau. 3 (1): 51-55.




DOI: https://doi.org/10.32502/sm.v5i2.1401

DOI (PDF): https://doi.org/10.32502/sm.v5i2.1401.g1153

Refbacks

  • There are currently no refbacks.