Gambaran Keberhasilan Puskesmas Pembina Dalam Menerapkan Strategi Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS Pada Pasien Tuberkulosis Paru Periode Januari 2011-Desember 2013

Yanti Rosita, Ertati Suarni

Abstract


Tuberkulosis (TB) merupakan infeksi kronik yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Berdasarkan Global Tuberculosis Report 2013, Indonesia berada pada peringkat ke-4 negara dengan beban TB tertinggi di dunia. Upaya penanggulangan TB dilakukan dengan menggunakan Strategi Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keberhasilan strategi DOTS pada pasien TB Paru di Puskesmas Pembina Palembang. Penelitian menggunakan desain deskriptif retrospektif dan jumlah sampel yaitu 149 pasien. Data diambil dari buku register TB Puskesmas Pembina Palembang periode Januari 2011-Desember 2013, kemudian data diolah dan disajikan dalam bentuk tabel frekuensi, diagram dan narasi. Terdapat 146 pasien (97,9%) dengan kasus baru dan 3 pasien (2,1%) kasus pindahan, dengan keteraturan berobat 100% teratur, seluruh pasien diberi pengobatan dengan obat anti tuberkulosis kombinasi dosis tetap (OAT KDT), dosis dihitung sesuai berat badan pasien. Hasil pengobatan yaitu 101 pasien (67,8%) dinyatakan sembuh dan 48 pasien (32,2%) pengobatan lengkap. Peningkatan berat badan 149 pasien (100%). Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa program DOTS di Puskesmas Pembina Palembang secara umum telah terlaksana sesuai aturan. Saran kepada pelayan kesehatan untuk terus meningkatkan kinerjanya dalam program penanggulangan dan pengobatan TB Paru supaya keberhasilan pengobatan TB Paru terus meningkat.

Keywords


Tuberkulosis, DOTS

Full Text:

PDF

References


Daniel, T.M. 2000. Tuberkulosis. Dalam: Asdie, A.H., (Editor edisi bahasa Indonesia). Harrison prinsip-prinsip Ilmu Penyakit Dalam. edisi 13. EGC, Jakarta, Indonesia. Hal 799-808. 2. WHO. 2013. Global Tuberculosis Report 2013, Geneva.

Depkes. 2007. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. 2012, Data dan Informasi Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan.

Dinas Kesehatan Kota Palembang. 2013. Profil Kesehatan Kota Palembang Tahun 2012, Palembang.

WHO. 2010.Persue High Quality DOTS expansion and enhancement.

Kementerian Kesehatan R.I. 2011. Terobosan Menuju Akses Universal Strategi Nasional Pengendalian TB 2010-2014, Jakarta.

Fahmy, M. 2010. Hubungan Pelaksanaan Strategi DOTS dan Tingkat Keberhasilan Pengobatan pada Pasien TB Paru di BP4 Medan. Skripsi, Fakultas Kedokteran USU.

Irawanda, V. 2013. Gambaran Penggunaan OAT Pada Pasien TB Paru di RSMP Periode 1 Januari-31 Desember 2011. Skripsi, Fakultas Kedokteran UMP

Putra, A.G. 2011. Kepuasan Penderita TB Paru Tentang Pelaksanaan Strategi DOTS dalam Penanggulangan TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Medan Johor. Skripsi, Fakultas Keperawatan USU.

Saptawati dkk. 2010. Evaluasi Metode FastPlaqueTB Untuk Mendeteksi Mycobacterium tuberculosis Pada Sputum di beberapa UPK di Jakarta-Indonesia. Jurnal Tuberkulosis Indonesia. Vol.8. Hal 2-6.

Pertiwi dkk. 2012. Hubungan Antara Karakteristik Individu, Praktik Hygiene dan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Tuberkulosis di Kecamatan Semarang Utara Tahun 2011. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 1 (2)

Ramzie, M. 2010. Gambaran Perubahan Berat Badan Pada Pasien Tuberkulosis Selama Pengobatan DOTS di BP4 Medan. Skripsi, Fakultas Kedokteran USU.

Werdhani, R.A. 2002. Patofisiologi, Diagnosis, dan Klasifikasi Tuberkulosis. Jakarta : Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas, Okupasi, dan Keluarga. FKUI. Hal 2-3.

Ariani, Y., Isnanda C. 2011. Hubungan Pengetahuan Penderita TB Paru Dengan Kepatuhan Dalam Program Pengobatan TB Paru di Puskesmas Teladan Medan. Jurnal UDA. (http://uda.ac.id/jurnal/files/11.pdf, diakses 26 Januari 2014).

Muniroh, N, Aisah, S.2013. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesembuhan Penyakit TB Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Mangkang Semarang Barat. Jurnal Keperawatan Komunitas. 1(1): 33-42.

Ratnasari, N.Y. 2012. Hubungan Dukungan Sosial dengan Kualitas Hidup pada Penderita TB di BP4 Yogyakarta Unit Minggiran. Jurnal Tuberkulosis Indonesia. Vol.8-Maret 2012. Hal 7-11.

Puri, N.A. 2010. Hubungan Kinerja Pengawas Minum Obat (PMO) Dengan Kesembuhan Pasien TB Paru Kasus Baru Strategi DOTS. Skripsi, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret.

Wahab, I.2003. Penggunaan Komponen Strategi DOTS Dalam Keberhasilan Program Penanggulangan TB Paru di Puskesmas PB Selayang Kecamatan Medan Selayang. Skripsi, Fakultas Kesehatan Masyarakat USU.

Ritonga dkk. 2005. Pengaruh Status Gizi Kurang Pada Penderita Terhadap Kegagalan Pengobatan TB Paru di BP4 Semarang. Jurnal UNIMUS. 2(2).21. Martony, O, Hermanto. 2006. Efektivitas Pengobatan Strategi DOTS dan Pemberian Telur Terhadap Penyembuhan dan Peningkatan Status Gizi Penderita TB Paru di Kecamatan Lubuk Pakam Tahun 2005. Jurnal Ilmiah PANMED.1 (1).38-43.




DOI: https://doi.org/10.32502/sm.v5i1.1422

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Yanti Rosita, Ertati Suarni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

   

Statistic counter 

sinta4