PERKEBUNAN KOLONIAL DI ONDERAFDELING REJANG BENGKULU: PERKEMBANGAN, SISTEM PRODUKSI, DAN DAMPAK SOSIAL-EKONOMI 1891-1941
Abstract
Penelitian ini mengkaji perkembangan perkebunan kolonial di onderafdeling Rejang, Bengkulu, dalam rentang waktu 1891 hingga 1941. Berbeda dari kajian yang selama ini menempatkan buruh sebagai subjek utama, penelitian ini memusatkan analisis pada kondisi perkebunan itu sendiri meliputi sejarah pembukaan lahan, struktur pengelolaan, sistem produksi komoditas ekspor, serta dampak ekonomi terhadap daerah sekitar. Dengan menggunakan metode sejarah berbasis sumber arsip kolonial Belanda, laporan inspektorat buruh, dan laporan pejabat setempat, artikel ini menemukan bahwa perkembangan perkebunan swasta di Rejang ditopang oleh tiga faktor utama: 1) keunggulan geografis dataran tinggi yang subur, 2) kebijakan agraria liberal tahun 1870, dan 3) sistem rekrutmen tenaga kerja berbasis kontrak dari Jawa. Perkebunan berkembang dari satu onderneming pada 1891 menjadi sepuluh perkebunan besar pada 1928 dengan total luas 7.315 bau, menjadikan Rejang sebagai salah satu pusat perkebunan terpenting di wilayah Bengkulu. Sistem produksi kopi robusta yang dominan terbukti merespons dinamika pasar kolonial sekaligus membentuk tatanan sosial-ekonomi baru di wilayah pedalaman Sumatera. Temuan ini memperkuat argumen bahwa ekspansi perkebunan kolonial tidak semata praktik eksploitatif, melainkan juga agen transformasi lanskap, demografi, dan ekonomi daerah.
Keywords
References
Ebbenhorst Tengbergen, E. J. (1928). Bestuursmemorie van Overgave van den Aftredenden Controleur van Redjang, 31 Oktober 1928.
Hooyer, D. G. (1912). Emigratie naar de Residentie Benkoelen. Indisch Genootschap, 549, 161–175.
Jaarverslag van de Cultuur Maatschappij Kaba Wetan over het Boekjaar 1915, 1916, 1917, 1918, 1919. Batavia: Javasche Boekhandel dan Drukkerij.
Kantoor van Arbeid. (1913). Tweede Verslag Arbeidsinspectie en Koeliewerving in Nederlandsche Indie. Batavia: Landsdrukkerij.
Kantoor van Arbeid. (1917). Vierde Verslag van den Dienst der Arbeidsinspectie in Nederlandsch-Indie. Batavia: Landsdrukkerij.
Kantoor van Arbeid. (1919). Vijfde Verslag van den Dienst der Arbeidsinspectie in Nederlandsch-Indie over de Jaren 1917-1918. Weltevreden: Boekhandel Vidder dan Co.
Kantoor van Arbeid. (1923). Achtste Verslag van den Dienst der Arbeidsinspectie in Nederlandsch-Indie over de Jaren 1921-1922. Weltevreden: G. Kolff dan Co.
Kantoor van Arbeid. (1925). Negende Verslag van de Arbeidsinspectie voor de Buitengewesten 1923-1924. Weltevreden: Landsdrukkerij.
Kantoor van Arbeid. (1925). Tiende Verslag van de Arbeidsinspectie voor de Buitengewesten. Weltevreden: Landsdrukkerij.
Kantoor van Arbeid. (1927). Elfde Verslag van Arbeidsinspectie voor de Buitengewesten 1926. Weltevreden: G. Kolff dan Co.
Kantoor van Arbeid. (1927). Twaalfde Verslag van de Arbeidsinspectie voor de Buitengewesten 1927. Weltevreden: Landsdrukkerij.
Koloniaal Verslag. (1880, 1890, 1891, 1893, 1898, 1906, 1907, 1911, 1913, 1927, 1928). Bijlagen van het Verslag der Handelingen van de Tweede Kamer der Staten-Generaal. Den Haag: Staatsdrukkerij.
Laat de Kanter, W. A. (1939). Memorie van Overgave van de Onderafdeling Rejang. Nationaal Archief.
Swaab, W. G. (1913). Memorie van Overgave van de Onderafdeling Rejang. Kepahiang, 20 December 1913.
Swaab, W. G. (1928). Bestuursmemorie van Overgave van de Onderafdeling Rejang. Nationaal Archief, Den Haag.
Tellings, P. A. (1927). Memorie van Overgave van het Aftredend Hoofd van Gewetslijk Bestuur van Benkoelen. Nationaal Archief, Den Haag.
Buku dan Artikel Jurnal
Ajisman & Jumhari. (2016). Orang Jawa di Kabawetan Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu: Studi tentang Sejarah Sosial Ekonomi di Kelurahan Tangsi Baru. Padang: Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat.
Berkhofer, R. F. Jr. (1969). A Behavioral Approach to Historical Analysis. New York: The Free Press.
Breman, J. (1997). Menjinakkan Sang Kuli: Politik Kolonial Pada Awal Abad ke-20. Jakarta: Grafiti Press.
Garraghan, G. J. (1957). A Guide to Historical Method. New York: Fordham University Press.
Houben, V. J. H., Lindblad, J. T., et al. (1999). Coolie Labour in Colonial Indonesia: A Study of Labour Relations in the Outer Island, c. 1900-1940. Wiesbaden: Harrassowitz Verlag.
Kartodirdjo, S. dan Suryo, D. (1991). Sejarah Perkebunan di Indonesia: Kajian Sosial Ekonomi. Yogyakarta: Aditya Media.
Koentjaraningrat. (1974). Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.
Kuntowijoyo. (1994). Metodologi Sejarah. Jakarta: Tiara Wacana.
Lindayanti. (2007). Kebutuhan Tenaga Kerja dan Kebijakan Kependudukan: Migrasi Orang dari Jawa ke Bengkulu 1908-1941. Disertasi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Setiyanto, A. (2015). Gerakan Sosial Masyarakat Bengkulu Abad XIX: Peran Elite Politik Tradisional dan Elite Agama. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Siddik, A. (1996). Sejarah Bengkulu 1500-1990. Jakarta: Balai Pustaka.
Sjamsuddin, H. (2007). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak.
Stoler, A. L. (2005). Kapitalisme dan Konfrontasi di Sabuk Perkebunan Sumatera, 1870-1979. Yogyakarta: KARSA.
Wolf, E. R. (1983). Petani: Suatu Tinjauan Antropologis. Jakarta: C.V. Rajawali.
DOI: https://doi.org/10.32502/jdh.v6i1.11038
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026
Indexed by :





