Dampak Kerajinan Tenun Songket Terhadap Perekonomian Masyarakat Desa Tanjung Laut Sumatera Selatan (1980-2022)

Tasya Miranda, Nurhayati Dina, Yuliarni Yuliarni

Abstract


Kerajinan tenun songket merupakan salah satu ciri khas di Desa Tanjung Laut, Sumatera Selatan. Para pengrajin tenun songket umumnya adalah perempuan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Meski masih dikerjakan secara tradisional, namun motif pada songket makin mengalami perkembangan. Tidak sedikit orang yang menyadari bahwa kerajinan tenun songket potensial dalam memajukan perekonomian masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana dampak kerajinan tenun songket bagi kehidupan perekonomian masyarakat Desa Tanjung Laut. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan Metode Sejarah. Hasil penelitian didapatkan bahwa latar belakang munculnya tenun songket ini diawali dengan kurangnya minat pada kain gebeng, sehingga berkembang menjadi tenun songket yang diperoleh ilmunya dari Palembang. Kerajinan tenun songket mengalami perkembangan dalam hal motif dan bahan kain. Kerajinan tenun songket dilestarikan dengan cara mengajarkan ke generasi muda setempat dan melakukan promosi. Dampak kerajinan tenun songket bagi masyarakat di Desa Tanjung Laut ini meliputi tiga hal yaitu ekonomi, sosial dan budaya, namun dampak bagi perekonomian masyarakat cukup mendominasi.


Keywords


Kerajinan, Tenun; Songket; Tanjung Laut; Tanjung Batu; Ogan Ilir

Full Text:

PDF

References


Abdurrahman, Dudung. (2011). Metodelogi Penelitian Sejarah. Yogyakarta: Ar-Ruz Media Group

Adie. (2022). Festival Burai 2022, Pertunjukan Seni Budaya Terbesar di Ogan Ilir Siap Digelar.https://beritaanda.net/festival-burai-2022-pertunjukan-seni-budaya-terbesar-di-ogan-ilir-siap-digelar/

Agustini. (2004). Tenun Sutera dan Songket Sambas. Semarang: Ombak.

Aryani, Dwi, Kusuma. (2022). Jenis-jenis Motif Tenun Songket. Hasil Wawancara Pribadi 23 Mei 2022.

Bahtra, Ahmad. (2022). Dampak Kerajinan Tenun Songket Bagi Masyarakat. Hasil Wawancara Pribadi. 24 Mei 2022.

Berlian, Z. (2018). Strategi Promosi Songket Palembang (Studi Kasus Kerajian Songket Cek Ipah). An Nisa'a, 13(1).

BPS Kabupaten Ogan Ilir. (2018). Jumlah Penduduk Kecamatan Tanjung Batu Menurut Kelurahan dan Jenis Kelamin (Jiwa) 2015-2018. https://oganilirkab.bps.go.id/indicator/12/76/1/jumlah-penduduk-kecamatan-tanjung-batu-menurut-kelurahan-dan-jenis-kelamin-jiwa-.html

Chavoshbashi, F., Ghadami, M., Broumand, Z., & Marzban, F. (2012). Designing dynamic model for measuring the effects of cultural values on Iran’s economic growth. African Journal of Business Management, 6 (26), 7799–7815.

Daldjoeni. (1982). Pengantar Geografi. Bandung: Alumni.

Dumairy. (1996(. Perekonomian indonesia. Jakarta: Erlangga.

Efriyanto. (2021). Songket Palembang, Seminar sehari. Workshop songket Palembang di Museum Negeri Sumatera Selatan, Rabu 01 Desember 2021.

Giharni. (2022). Tahapan Pembuatan Songket. Hasil Wawancara Pribadi. 13 April 2022

Hasan, M. A., & Liliana, D. Y. (2020). Pengenalan Motif Songket Palembang Menggunakan Deteksi Tepi Canny, PCA dan KNN. Jurnal Multinetics, vol, 6, 1-7.

Irmeilyana, I., & Desiani, A. (2018). Analisis perbandingan profil pengrajin di tiga sentra kerajinan tenun songket Palembang. Jurnal Infomedia: Teknik Informatika, Multimedia & Jaringan, 3(2), 58-63.

Janatia. (2022). Cara Mengajarkan Kerajinan Tenun Songket Kepada Generasi Muda. Hasil Wawancara Pribadi. 23 Mei 2022.

Nurasa. (2022). Latar Belakang Munculnya Tenun Songke di Tanjung Laut. Hasil Wawancara Pribadi. 12 April 2022.

Polayani. (2002). Pengembangan Bahasa dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Media Nugraha.

Roberth. (2003). Kamus Terbaru Bahasa Indonesia. Jakarta : Reality Publister .

Rowani, Dewi. (2022). Dampak Kerajinan Tenun Songket Bagi Perekonomian. Hasil Wawancara Pribadi. 23 Mei 2022.

Rusmin. (2010). Pembinaan Budaya dan Lingkungan Keluarga Daerah Sumatera Selatan. Palembang: Depdikbud.

Saidah. (2022). Jenis-jenis Motif Tenun Songket. Hasil Wawancara Pribadi 23 Mei 2022.

Salim, N. S. (2016). Kain Songket Palembang dengan Penerapan Teknik Batik sebagai Produk Fesyen. Journal of Visual Art and Design, 7(2), 92.

Soekmono. (1973). Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 1. Yogyakarta: PT Kanisius Yogyakarta.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif & Rnd. Bandung: Alfabeta.

Suhendra. (2019). Pengantar Tenun Songket Sambas. Yogyakarta: Deepublish Publisher.

Surayin. (2001). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Bandung : Yrama Widya.

Syarofie, Yudhy. (2009). Sejarah Songket. Palembang: Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Dinas Pendidikan.

Syarkowi. (2022). Kerajinan Tenun Songket Masyarakat Desa Tanjung Laut. Hasil Wawancara Pribadi. 25 Mei 2022.

Tahrir, R., Rohidi, T. R., & Iswidayati, S. (2017). Makna Simbolis dan Fungsi Tenun Songket Bermotif Naga pada Masyarakat Melayu di Palembang Sumatera Selatan. Catharsis, 6(1), 9-18.

Viatra, A. W., & Triyanto, S. (2014). Seni Kerajinan Songket Kampoeng Tenundi Indralaya, Palembang. Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Karya Seni, 16(2), 168-183.




DOI: https://doi.org/10.32502/jdh.v2i2.5668

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Danadyaksa Historica

 Indexed by :