Heri Hernawan Program Studi Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada /RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Indonesia
Tromboangiitis obliterans (TAO) atau penyakit Buerger merupakan sindrom klinis yang ditandai dengan oklusi trombotik, non atherosklerotik, vaskulitis segmental pada arteri dan vena kecil dan sedang yang mengenai daerah ekstremitas atas maupun bawah. Inflamasi yang terjadi menyebabkan Critical Limb Ischemia. Dilaporkan seorang laki-laki, usia 33 tahun, mengalami nyeri pada ujung jari tangan dan kaki yang kemudian menghitam yang dirasakan sejak 3 minggu sebelumnya. Pasien mempunyai kebiasaan merokok 1 bungkus/hari selama 18 tahun. Pada pemeriksaan fisik ditemukan ujung-ujung jari kaki dan tangan menghitam, pulsasi arteri lengan dan tungkai masih teraba. Pada pemeriksaan doppler ultrasound didapatkan aliran darah arteri dan vena kedua tungkai dan lengan baik. Hasil arteriografi ekstremitas atas menunjukkan dinding arteri reguler, terdapat stenosis segmental pada arteria digitales dengan gambaran corkscrew. Arteriografi tungkai memperlihatkan morfologi arteri masih reguler, aliran arteri tidak sampai ke distal. Pasien didiagnosis Buerger’s Disease dan diberikan terapi cilostazol 2x50 mg, Nifedipin 2x10 mg, aspilet 1x80 mg, methilprednisolon 10 mg/8jam dan morfin sulfat 2x10 mg. Selama perawatan kondisi pasien membaik, nyeri ujung-ujung jari berkurang dan pasien dipulangkan. Satu minggu setelah pasien pulang, pasien mengeluhkan pembengkakan kaki sebelah kiri, ditemukan total trombus mengisi vena femoralis dan vena poplitea sinistra. Pasien kemudian dirawat untuk dilakukan heparinisasi. Penghentian merokok merupakan terapi definitif, penggunaan obat vasodilator, pentoksifilin dan cilostazol dapat membantu mengurangi gejala, namun tidak mencegah progresi penyakit.
Keywords
penyakit Buerger, tromboangiitis obliterans, critical limb ischemia
Cooper LT, Tse TS, Mikhail MA, McBane RD, Stanson AW et al., 2004. Long-Term Survival and Amputation Risk in Thromboangiitis Obliterans (Buerger’s Disease). Journal of the American College of Cardiology 44(12) 2410-2411. 3. Haro JD, Acin F, Bleda S, Varela C, Esparza L. 2012. Treatment of thromboangiitis obliterans (Buerger’s disease) with bosentan. BMC Cardiovascular Disorders 12:5
Huang W, Wu C, Li C, Pai M. 2007. Late Onset Buerger's Disease with Multiple Cerebral Infarcts. Tzu Chi Med J 19:28-31
Jeffrey W. Olin D.O. 2000. Thromboangiitis Obliterans (Buerger’s Disease). The New Eng land Jour nal of Medicine. 864-869
Mills JL. 2003. Buerger’s Disease in the 21st Century: Diagnosis, Clinical Features, and Therapy. Seminars in Vascular Surgery 16(3) 179-189
Patwa JJ, Khrisnan A. 2011. Buerger’s Disease (Thromboangiitis Obliterans)-Management by Ilizarov’s Technique of Horizontal Distraction. A Retrospective Study of 60 Cases. Indian J Surg 73 (1):40–47
Faculty of Medicine, University of Muhammadiyah Palembang Jl. KH. Balqi Jl. Banten II, 13 Ulu, Kec. Seberang Ulu II, Palembang City, South Sumatera 30263 E-Mail: sifa_medika@um-palembang.ac.id