APLIKASI PUPUK ORGANIK LIMBAH TANAMAN DAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan pupuk organik limbah tanaman dan pupuk organik dengan dosis yang terbaik terhadap hasil bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai September 2025 di lahan petani di Talang Kelapa Blok 3 RT. 61 RW. 08, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 3 ulangan 9 kombinasi perlakuan sehingga didapatkan 27 petak, adapun perlakuan penelitian sebagai berikut. Faktor pertama Pupuk Organik Limbah Tanaman (L) : L1 = 7,5 ton/ha, L2 = 15 ton/ha, L3 = 22,5 ton/ha. Faktor kedua Pupuk Anorganik (A) : A1 = N (37,5 kg/ha), P (75 kg/ha), K (62,5 kg/ha), A2 = N (75 kg/ha), P (150 kg/ha), K (125 kg/ha) dan A3 =N (112,5 kg/ha), P (226 kg/ha), K (187,5 kg/ha. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah umbi per rumpun (umbi), berat umbi per rumpun (g) dan berat umbi per petak (kg). Hasil penelitian menunjukan bahwa secara tabulasi kombinasi pupuk organik limbah tanaman dosis 22,5 ton/ha dengan pupuk anorganik N (37,5 kg/ha), P (75 kg/ha), K (62,5 kg/ha) memberikan hasil tertinggi terhadap bawang merah sebanyak 0,26 kg/petak (setara 1,04 ton/ha).
This study aims to determine and determine the best dose of organic fertilizer from plant waste and organic fertilizer for shallot (Allium ascalonicum L.) yield. This study was conducted from June to September 2025 in farmer's land in Talang Kelapa Block 3 RT. 61 RW. 08, Talang Kelapa District, Banyuasin Regency, South Sumatra. The research method used an experimental method with a factorial randomized block design (RAK) with 3 replications of 9 treatment combinations so that 27 plots were obtained, the research treatments were as follows. The first factor is Organic Fertilizer from Plant Waste (L): L1 = 7.5 ton/ha, L2 = 15 ton/ha, L3 = 22.5 ton/ha. The second factor of Inorganic Fertilizer (A) : A1 = N (37.5 kg/ha), P (75 kg/ha), K (62.5 kg/ha), A2 = N (75 kg/ha), P (150 kg/ha), K (125 kg/ha) and A3 = N (112.5 kg/ha), P (226 kg/ha), K (187.5 kg/ha). The variables observed in this study were the number of tubers per clump (tuber), tuber weight per clump (g) and tuber weight per plot (kg). The results of the study showed that tabulated combination of organic fertilizer from plant waste at a dose of 22,5 tons/ha with inorganic fertilizer N (37,5 kg/ha), P (75 kg/ha), K (62,5 kg/ha) gave the highest yield of shallots at 0,26 kg/plot (equivalent to 1,04 ton/ha).
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Anisyah, F. 2013. Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah dengan Pemberian Berbagai Bahan Organik. Skripsi. USU.(Tidak dipublikasikan).
Badan Pusat Statistik. 2025. Produksi Tanaman Sayur dan Buah-buahan Semusim Menurut Provinsi dan Jenis Tanaman. https://www.bps.go.id/assets/statistics-table/3/ZUhFd1JtZzJWVVpqWT/produksi-tanaman-sayuran-dan-buah-buahan-semusim-menurut-provinsi-dan-jenis-tanaman--2024.html?year=2024
Isnaini. M. 2006. Pertanian Organik : Untuk Keuntungan Ekonomi dan Kelestarian Bumi. Kreasi Wacana, Yogyakarta. 76 hal
Lehar, L., Arifin, Z., Sine, H, M,C. 2021. Pengujian Pupuk Kompos Enceng Gondok dan Agen Hayati (Trichoderma sp) terhadap Pertumbuhan dan Penyakit Layu Fusarium pada Budidaya Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Lahan Kering. Jurnal Ilmiah Hijau Cendikia, 6(1) : 21-34.
Lingga, P dan Marsono. 2011. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penyebar Swadaya, Jakarta.
Maghfiratika, Suriyanti, H.S dan A. Haris. 2023. Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum. L) Varietas Tajuk pada Berbagai Dosis Pupuk Kandang Ayam dan Dosis KNO3. Jurnal Agrotekmas, 4(3) : 309-316
Nurtika, N dan N. Sumarni. 1992. Pengaruh Sumber, Dosis Dan Waktu Aplikasi Pupuk Kalium Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tomat. Bul Penel. Hort. 22 (1): 96-101.
Putri, S.T dan E. Nihayati. 2024. Respon Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Bawang Merah (Allium cepavar. ascalonicum) pada berbagai Dosis Pupuk NPK Majemuk di Salak Kabupaten Pakpak Bharat. Jurnal Produksi Tanaman, 12(7) : 465–474. http://dx.doi.org/10.21776/ub.protan.2024.012.07.05
Samudro, J. 2024. Manfaat Cocopeat. https://organikilo.co/2014/manfaat-cocopeat-sabut-kelapa-untuk-pertanian
Soeryoko, H. 2011. Kiat Pintar Memproduksi Kompos dengan Pengurai Buatan Sendiri. Lily Publisher : Yogyakarta. 110 hal.
Sumiati, E .1983. Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Dan Pupuk Daun, Biokimia Terhadap Hasil Tanaman Tomat (Lysopersicum esculentum Mill L.). Bul. Penel. Hort. 10(3): 21-27.
Turang, A, C. Dan J, Tutu. 2015. Mengenal Pupuk Organik. Balai Pengkajian Teknologi Petanian. Jakarta.
Zulkarnain. 2016. Budidaya Sayur Tropis. Bumi Aksara. Jakarta. 219 hal
DOI: https://doi.org/10.32502/jk.v20i2.10821
Refbacks
- There are currently no refbacks.

klorofil by jurnal.um-palembang.ac.id is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

.png)



