PEMANFAATAN DAUN DUKU (Lansium domesticum Correa) SEBAGAI FUNGISIDA NABATI DALAM MENEKAN PERTUMBUHAN JAMUR Colletotrichum SP. DAN MENDUKUNG PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.)
Abstract
Produksi cabai merah (Capsicum annuum L.) mengalami penurunan akibat serangan penyakit antraknosa yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp. Sehingga untuk mengatasi penyakit antraknosa tersebut diperlukan pengendalian menggunakan fungisida nabati. Daun duku diketahui memiliki kandungan senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, saponin, dan terpenoid yang diketahui memiliki potensi sebagai antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun duku terhadap jamur Colletotrichum sp. serta menentukan konsentrasi terbaik ekstrak daun duku terhadap pertumbuhan jamur Colletotrichum sp. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan konsentrasi ekstrak daun duku (0%, 0,5%, 1%, 1,5%, 2%, 2,5%, dan 3%) masing-masing perlakuan dilakukan empat pengulangan. Pengamatan dilakukan terhadap masa inkubasi, kejadian dan keparahan penyakit setiap hari selama 16 hari setelah inokulasi. Data dianalisis menggunakan uji ANNOVA dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian didapatkan bahwa ekstrak daun duku tidak berpengaruh pada masa inkubasi tetapi berpengaruh dalam menekan pertumbuhan jamur Colletotrichum sp. yang ditunjukkan oleh persentase kejadian penyakit, keparahan penyakit, serta didapatkan konsentrasi terbaik pada perlakuan F (2,5%) dalam menekan kejadian dan keparahan penyakit dan perlakuan B(0,5%) adalah konsentrasi terbaik pada tinggi dan jumlah daun tanaman.
The production of red chili peppers (Capsicum annuum L.) has declined due to anthracnose disease caused by the fungus Colletotrichum sp. Therefore, to control this disease, the use of botanical fungicides is necessary. Duku leaves are known to contain active compounds such as alkaloids, flavonoids, phenols, tannins, saponins, and terpenoids, which are known to have antifungal potential. This research aims to determine the effect of duku leaf extract on the fungus Colletotrichum sp. and to identify the optimal concentration of duku leaf extract for inhibiting the growth of Colletotrichum sp. This study employed a Completely Randomized Design (CRD) with seven treatments of duku leaf extract concentrations (0%, 0.5%, 1%, 1.5%, 2%, 2.5%, and 3%), with each treatment repeated four times. Observations were made regarding the incubation period, disease incidence, and severity daily for 16 days following inoculation. Data were analyzed using ANOVA, and where significant differences were found, the analysis was continued with the Honest Significant Differences (HSD) test at the 5% level. The results showed that duku leaf extract had no effect on the incubation period but was effective in suppressing the growth of Colletotrichum sp., as indicated by the percentage of disease incidence and severity. The optimal concentration for suppressing disease incidence and severity was found in treatment F (2.5%) and treatment B (0.5%) yielded the best results in terms of plant height and the number of leaves.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adelazora., Wahyuningsih, S., Yulianty., dan Agustrina, R. 2025. Efektifitas Daun Cincau Hijau (Premna oblongifolia Merr.) sebagai Pelapis Buah untuk Mempertahankan Mutu dan Ketahanan Buah Cabai Merah (Capsicum annuum L.) terhadap Jamur Colletotrichum sp. Jurnal Penelitian Inovatif, 5(3), 2225-2234. https://doi.org/10.54082/jupin.1641.
Ahmad, N. I., Bunga, Y, N., dan Bare, Y. 2021. Etnobotani Tanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum annuum L.) di Desa Waiwuring, Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur. Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi, 2(2), 8-17. https://doi.org/10.55241/spibio.v2i2.46.
Andriani, D., Aminah, S., Weihan, R. A., dan Ovianalisa, O. 2023. Evaluasi Keragaman Hasil Dan Skoring Keparahan Penyakit Karat Daun Pada Tanaman Sorgum. Jurnal Agrium, 20(2), 130-139.
Andriyani, F. & Purwantisari, S. 2019. Uji Potensi Ekstrak Daun Suren Dalam Menghambat Pertumbuhan Jamur Colletotrichum capcisi Secara In Vitro. Jurnal Akademika Biologi, 8(1), 24-28.
Budi, I. S., Mariana, M., dan Fauziah, A. 2023. Ketahanan Varietas Cabai Rawit (Capsicum frutescens) Terhadap Penyakit Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides) Isolat Hiyung Asal Lahan Rawa. Jurnal Ilmiah Pertanian, 20(3), 232-246.https://doi.org/10.31849/jip.v20i3.16042
Fahmi, R. B., Suganda, T., dan Yulia, E. 2024. Potensi Minyak Atsiri Biji Adas dalam Menginduksi Resistensi Tanaman Cabai (Capsicum annuum L.) terhadap Penyakit Antraknosa (Colletotrichum acutatum J. H. Simmonds). Jurnal Agrikultura, 35(2), 213-226.https://doi.org/10.24198/agrikultura.v35i2.54580.
Hartati., Azmin, N., Emi, C., Bakhtiar., Nasir, M., Fahruddin., dan Andang. 2021. Pengaruh Penambahan Arang Sekam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea reptans). Oryza Jurnal Pendidikan Biologi, 10(1), 1-7.
Hodiyah, I., Suryaman, M., Hartini, E., Juhaeni, A. H., Laksana, B. Y., Aisyah., dan Benatar, G. H. 2024. Diversity Of Morphology, Pathogenicity, and Host Range of Colletotrichum spp. Associated with Chili Anthracnose in East Priangan, Indonesia. Biodiversitas: Journal of Biological Diversity, 25(2), 533-541. 10.13057/biodiv/d250212.
Jauhari, C. dan Majid, A. 2019. Kajian Jenis Fungisida dan Interval Aplikasi Terhadap Perkembangan Penyakit Antraknosa pada Kedelai. Jurnal Bioindustri (Journal Of Bioindustry, 2(1), 307-318.
Julianti, P. A., Hutahaen, T. A., dan Februyani, N. 2023. Formulasi Sediaan Gel Antiacne Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.) Sebagai Alternatif Terapi Acne Vulgaris Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Secara In Vitro. Indonesian Journal of Health Science, 3(2), 308-319.
Nurjasmi, R dan Suryani. 2020. Uji Antagonis Actinomycetes terhadap Patogen Colletotrichum capsici Penyebab Penyakit Antraknosa pada Buah Cabai Rawit. Jurnal Ilmiah Respati, 11(1), 1-12.
Oktaviani, M., Fikrani, D., dan Susanti, E. 2020. Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Kulit Buah Ananas comosus (L) Merr. terhadap Trichophyton mentagrophytes dan Malassezia furfur. Jurnal Farmasi Indonesia, 12(2), 159-165.
Ortiz, D. J. V., Muñoz, D. G. A., López, M. D. C. C., Espinosa, D. V. C., Castro, M. R., dan Montejo, F. E. J.2025. Comparison of Secondary Metabolite Extraction Methods in Hamelia patens Jacq. and Their Inhibitory Effect on Fusarium oxysporum f. sp. radicis-lycopersici. Metabolites, 15(23), 1-19.
Puspitorini, P., Serdani, A. D., Endrawati, T., Kunharjanti, A. Q., Purwatiningsih, R., Istiqomah., Megasari., Wafa, A., dan Khoiri, S. 2019. Perlindungan Tanaman. Penerbit Lakeisha. Klaten.
Salsabila, S. D., Suwirmen., dan Noli, Z. A. 2023. Application of Centella asiatica extract as Biostimulant on Growth of Kale (Brassica oleracea var. acephala DC). Jurnal Biologi Tropis, 23(2), 138-144.
Santrianda, A., dan Aji, O. R. 2021. Pengendalian Parasit Trichodina sp. Menggunakan Infusa Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) pada Permukaan Kulit Ikan Lele (Clarias batrachus L.). Jurnal Penelitian Science dan Pendidikan, 10(1), 25-33.
Saputro, A. A., Armita, D., dan Nihayati, E. 2022. Pengaruh Pemberian Berbagai Konsentrasi Garam dan Frekuensi Penyiraman terhadap Pertumbuhan, Hasil, dan Kadar Flavonoid pada Tanaman Sweet Basil (Ocimum basilicum). Agrotechnology Research Journal, 6(2), 110-116.
Sudania, S., Ropalia, R., dan Kusmiadi, R. 2023. The Inhibitory Potential Of Botanical Fungicides Against Colletotrichum capsici The Causal Agent Of Anthracnose On Chili In-Vitro. CROPSAVER-Journal of Plant Protection, 6(1), 40-48. https://doi.org/10.24198/cropsaver.v6i1.44219.
Suwarno, S. J., dan Masnilah, R. 2020. Potensi Bacillus Spp. Sebagai Agen Biokontrol untuk Menekan Layu Fusarium (Fusarium oxysporum) pada Tanaman Melon (Cucumis melo L.). Jurnal Pengendalian Hayati, 3(1), 22-28.
Syukur, M., Sujiprihati, S., dan Koswara, J. 2007. Pewarisan Ketahanan Cabai (Capsicum annuum L.) Terhadap Antraknosa Yang Disebabkan Oleh Colletotrichum acutatum. Jurnal Agronomi Indonesia, 35(2), 112–117.
Tafzi, F. dan Pasca, B. D. 2024. Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Komponen Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Duku Kumpeh. Jurnal Ilmiah Agroindustri (JIA), 1(1), 25-33. 10.22437/jia.v1i1.37203.
Tivani, I., dan Amananti, W. 2020. Uji Efektivitas Antifungi Perasan Daun Turi (Sesbania grandiflora (L.) Pers.) terhadap Jamur Candida albicans. PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), 17(1), 35-40.
Widiayani, N., Jasadina, I. M., dan Nasruddin, N. 2024. Pengaruh Konsentrasi Auksin dan Sitokinin Terhadap Keberhasilan dan Pertumbuhan Stek Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.). Jurnal Agrivigor,15(1), 40-59.
Yulianty, Y., Mudya, R. W., Irawan, B., dan Lande, M. L. 2022. Aplikasi Pupuk Organik Cair dari Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.). Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia, 7(1)
DOI: https://doi.org/10.32502/jk.v21i1.11389
Refbacks
- There are currently no refbacks.

klorofil by jurnal.um-palembang.ac.id is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

.png)



