PENINGKATAN PRODUKSI KEDELAI (Glicyne max (L) Merrill.) MELALUI PEMBERIAN PUPUK LIMBAH CUCIAN IKAN DAN PUPUK P

Gusmiatun Gusmiatun, Berliana Palmasari, Dede Ogan Firnandi

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan persentase pupuk limbah cucian ikan dan dosis pupuk organik P yang tepat dalam meningkatkan produksi kedelai (Glycine max (L) Merrill.). Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan terletak di jalan Sukarela, Kelurahan Kebun Bunga, Kec. Sukarami,  Km 7 Palembang Sumatera Selatan. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Maret sampai Juni 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari 12 kombinasi perlakuan yang di ulang 3 kali. Adapun perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut Faktor 1 : pupuk limbah cucuian ikan  (C) yaitu C1 = 25% ;  C2 = 50% ; C3 = 75% ; C4 = 100% sedangkan Faktor 2 : pupuk P (P) yaitu P1 = 100 kg/ha ; P2= 200 kg/ha ; P3= 300 kg/ha. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah umlah polong berisi (polong), berat biji pertanaman (g), berat 100 biji (g), hasil per petak (kg). Berdasarkan hasil  penelitian menunjukkan perlakuan kombinasi persentase pupuk limbah cucian ikan 100% dan dosis pupuk P 300 kg/ha memberikan produksi terbaik sebesar 1,57 kg/petak (4,19 ton/ha). 

This study aims to determine and determine the percentage of fish washing waste fertilizer and the appropriate dose of P organic fertilizer in increasing soybean production (Glycine max (L) Merrill.). This research was carried out on land located on Jalan Sukarela, Kelurahan Kebun Bunga, Kec. Sukarami, Km 7 Palembang, South Sumatra. This research was conducted from March to June 2022. This research used an experimental method with a Factorial Randomized Block Design (RBD) consisting of 12 treatment combinations which were repeated 3 times. The treatment referred to is as follows. Factor 1: fish wash waste fertilizer (C), namely C1 = 25%; C2 = 50% ; C3 = 75% ; C4 = 100% while Factor 2: fertilizer P (P), namely P1 = 100 kg/ha; P2 = 200 kg/ha ; P3 = 300 kg/ha. The variables observed in this study were the number of filled pods (pods), the weight of the seeds planted (g), the weight of 100 seeds (g), the yield per plot (kg). Based on the results of the study, the combined treatment of the percentage of 100% fish washing waste fertilizer and the dose of P fertilizer 300 kg/ha gave the best production of 1.57 kg/plot (4.19 tons/ha).


Keywords


kedelai; limbah cucian ikan; pupuk P; hasil; soybeans; fish washing waste; P fertilizer; yield

Full Text:

PDF

References


Alfandi. 2011. Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L, merril) Kultivar Anjasmoro terhadap Inokulasi Cendawan Mikoriza Vaskular Arbuskular (MVA) dan Pemberian pupuk Kalium, Jurnal Agfrotropika, 16(1):9-13.

Badan Pusat Statistik. 2019. Produksi Kedelai Nasional. (http://databoks.katadata.co.id).

Darmawati, J. 2012, Pengaruh Sistem Olahn Tanah dan Pupuk P Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kedelai (Glycine max L, merril). Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara

Fathi H.R., Sumadi, Anne N. 2014, Pengaruh Pupuk P dan bokashi terhadap pertumbuhan, komponen hasil, dan kualitas hasil benih Kedelai (Glycine max (L) Merrill.). Jur Agric: Universitas Padjadjaran.

Hapsari, N. dan Tjatoer W. 2011. Pemanfaatan Limbah Ikan Menjadi Pupuk Organik.

Organik. Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan. Vol. 3. No.1.

Idwar dan A. Gafur. 2012. Respon dan Efisiensi Pupuk Fosfor (P) pada beberapa Galur Kedelai. Jurnal Teknobiologi.

Lestari, 2011. Kemampuan pelarut fosfat isolate asal sei garo dalam penyediaan fosfat terlarut dan serapannya pada tanaman kedelai.Staf pengajar jurusan biologi FMIPA Universitas Riau Pekanbaru.

Lingga, P dan Marsono, 2007,Pupuk Dan Pemupukan. Penebar Swadaya.Jakarta.

Nurhayati, S 2020. Pengaruh Pemberian Air Cucian Ikan Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai (Capsicum frutescens L.). Ambon. Desa Batu Merah. Kec. Sirimau. Kota Ambon. Skripsi Universitas IAIN.

Nurhayati, Razali., dan Zuraida. 2014. Peranan Berbagai Jenis Bahan Pembenah Tanah Terhadap Status Hara P Dan Perkembangan Akar Kedelai Pada Tanah Gambut Asal Ajamu Smumatera Utara. Jurnal Floratek, 9: 29 – 38

Riawati., Rasyad, A dan Wardati. 2016. Respon Empat Varietas Kedelai (Glycine max (L) Merrill) terhadap Pemberian Dosis Pupuk Fospor. JOM Faperta. Vol 3. No.1.

Sutanto, R. 2002.Penerapan Pertanian Organik: Pemasyarakatan dan Pengembangannya. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Sutedjo, M.M. 2008. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta.

Zuyasna. 2009. Peningkatan Produksi Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) dengan Pemanfaatan Pupuk Organic Cair (POC) Dari Kulit Pisang, Cangkang Telur Serta Limbah Rumput Laut. Universitas Cokroaminoto Palopo.




DOI: https://doi.org/10.32502/jk.v18i1.6459

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
klorofil by jurnal.um-palembang.ac.id is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.