STUDI IMPLEMENTASI METODE KOMUNIKASI PENYULUH PERTANIAN PADA BPP KECAMATAN INDRALAYA KABUPATEN OGAN ILIR
Abstract
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode komunikasi yang digunakan oleh penyuluh pertanian dalam menyampaikan materi penyuluhan kepada anggota kelompok tani padi di Desa Tanjung Sejaro Kabupaten Ogan Ilir serta untuk mengetahui respon anggota kelompok tani terhadap metode komunikasi yang digunakan oleh penyuluh pertanian. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tanjung Sejaro yang mayoritas masyarakatnya bekerja di sektor pertanian padi. Metode penelitian yang digunakan adalah fenomenologi deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah Non-Probability Sampling dengan teknik purposive sampling, teknik sensus, dan random sampling menggunakan rumus Slovin, sehingga diperoleh 54 narasumber. Metode pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi partisipasi dan non partisipan, serta dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode komunikasi yang digunakan penyuluh pertanian di Desa Tanjung Sejaro adalah komunikasi langsung (tatap muka) dalam pertemuan kelompok tani. Metode ini dinilai efektif karena memungkinkan adanya interaksi dua arah antara penyuluh dan petani. Dalam pelaksanaannya, penyuluh menyampaikan materi dengan bahasa sederhana yang disesuaikan dengan kondisi petani, serta memberikan kesempatan kepada petani untuk bertanya, berdiskusi, dan praktik langsung di lapangan. Respon petani tergolong baik, ditandai dengan meningkatnya pengetahuan, keaktifan dalam berdiskusi, serta adanya perubahan perilaku dalam penerapan teknik budidaya yang lebih tepat seperti penggunaan benih berkualitas, pemupukan yang sesuai anjuran, dan pengendalian hama yang lebih terencana.
ABSTRACT
This study aims to analyze the communication methods used by agricultural extension workers in delivering extension materials to members of rice farmer groups in Tanjung Sejaro Village, Indralaya District, Ogan Ilir Regency, as well as to determine the responses of farmer group members to those communication methods. This research was conducted in Tanjung Sejaro Village, where the majority of the population works in the rice farming sector. The research method used is descriptive phenomenology with a qualitative approach. The sampling method applied is a combination of Non-Probability Sampling with purposive sampling technique, census technique, and random sampling using the Slovin formula, resulting in a total of 54 informants. Data collection was carried out through in-depth interviews, participatory and non-participatory observation, and documentation. Data processing involved data condensation, data presentation, and drawing conclusions, followed by qualitative descriptive analysis. The results show that the communication method used by agricultural extension workers in Tanjung Sejaro Village was direct (face-to-face) communication through farmer group meetings. This method was considered effective because it allows two-way interaction between extension workers and farmers. In its implementation, extension workers delivered materials using simple language adapted to the farmers' conditions, while also providing opportunities for farmers to ask questions, discuss, and practice directly in the field. Farmer responses were generally positive, marked by increased knowledge, active participation in discussions, and behavioral changes in the adoption of more appropriate cultivation techniques, such as the use of quality seeds, appropriate fertilization, and improved pest control.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Bachtiar, E. E., Unde, A. A., & Bahfiarti, T. (2025). Strategi Komunikasi Persuasif Penyuluh Pertanian dalam Pemanfaatan Media Internet untuk Diseminasi Informasi pada Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kabupaten Ponorogo. Jurnal Triton, 16(1), 15–26.
Bahua, M. I. (2018). Peran Kompetensi Penyuluh Pertanian pada Keterampilan Petani Bawang Merah. Jurnal Agriekonomika, 7(2), 112–119.
Cangara, H. (2014). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Rajawali Press.
Effendi, M., Juita, F., & Elkana, V. (2021). Peran Penyuluh Pertanian Lapangan Terhadap Tingkat Kepuasan Petani di Wilayah Kerja Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Barong Tongkok. Jurnal Pertanian Terpadu, 9(1), 66–80.
Effendy, L. (2017). Buku Ajar Evaluasi Penyuluhan Pertanian. Jakarta: Pusat Pendidikan Pertanian.
Fitriana, N. (2020). Metode Penyuluhan Padi Pada Program Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi Di Jawa Tengah. Journal Acta Diurna, 16(1).
Khairunnisa, N. F., Saidah, Z., Hapsari, H., & Wulandari, E. (2021). Pengaruh Peran Penyuluh Pertanian terhadap Tingkat Produksi Usahatani Jagung. Jurnal Penyuluhan, 17(2), 113–125.
Kuswarno, E. (2009). Fenomenologi: Metode Penelitian Komunikasi. Widya Padjadjaran.
Mardikanto, T. (2009). Sistem Penyuluhan Pertanian. Surakarta: LPP dan UNS Press.
Mawaddah, S., Sahidu, A., & Hadi, A. P. (2025). Strategi Komunikasi Penyuluh Pertanian Lapangan dalam Pembinaan Kelompok Tani di BPP Cakranegara Kota Mataram. Universitas Mataram.
Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif (Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyana, D. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Putra, R. A., & Sembiring, N. A. B. (2024). Analisis Efektivitas Metode Penyuluhan Pada Program Arurang Ngobatan Dina Pakarangan (Ubaran) Dengan Pendekatan Kualitatif. Jurnal Penyuluhan & Komunikasi Pembangunan Pertanian (JPKPP), 1(2), 46–58.
Rakhmat, J. (2008). Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Rasyid, A. (2012). Metode Komunikasi Penyuluhan Pada Petani Sawah. Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(1), 31–35.
Riani, Zuriani, Zahara, H., & Hafizin. (2021). Fungsi Kelompok Tani Pada Usaha Tani Padi Sawah di Gampong Uteun Bunta Kecamatan Peusangan. Agrifo: Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh, 6(1), 23–30.
Rozaq, M., & Sudaryanto, E. (2018). Pengaruh Komunikasi Penyuluhan Pertanian Terhadap Kinerja Kelompok Tani Di Desa Karang Tinoto Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban. Representamen, 4(1), 1–9.
Saragih, R., Lestari, P. F. K., Purba, L. R. S., & Rizki, J. (2024). Komunikasi Pertanian. Bandung: Widina Media Utama.
Setiana, L. (2005). Teknik Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat. Yogyakarta: Andi Offset.
Soekartawi. (2006). Analisis Usaha Tani. Jakarta: UI Press.
Suadnya, I. W., Hadi, A. P., & Paramita, E. P. (2021). Strategi Komunikasi Dan Kinerja Penyuluh Pertanian Dimasa Pandemi Covid-19 Di Kabupaten Lombok Tengah. Prosiding SAINTEK, 3, 27–35.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (2nd ed.). Bandung: Alfabeta.
Sumarno, A. (2012). Perbedaan Penelitian dan Pengembangan. Surabaya: Unesa.
Umbara, D. S., Sulistoyowati, L., Noor, T. I., & Setiawan, I. (2021). Persepsi Penyuluh Terhadap Strategi Komunikasi Dalam Pemanfatan Media Informasi Di Era Digital Di Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 7(2), 1502–1515.
Virdayanti, A., Sumange, L., & Sulfiana. (2024). Strategi Komunikasi Penyuluh Pertanian Lapangan Dalam Memotivasi Dan Membina Kelompok Tani (Studi Kasus Di Cenrana Kelurahan Salokaraja Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng). Agribusiness and Socioeconomic Journal ASE Journal, 3(2), 1–6.
Warnaen, A., Nurlail, N., & Sukmarini, A. V. (2017). Metode Komunikasi Penyuluhan Pertanian Melalui Radio Komunitas. Jurnal Ilmu Komunikasi (JKMS), 6(1), 17–24.
DOI: https://doi.org/10.32502/jsct.v15i1.11489
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis by jurnal.um-palembang.ac.id/societa is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
.png)






