IMPLEMENTASI PROGRAM OPLA PADA USAHATANI PADI SAWAH LEBAK DI DESA AWAL TERUSAN KECAMATAN SIRAH PULAU PADANG KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
Abstract
ABSTRAK
Program Optimalisasi Lahan (OPLA) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan produktivitas lahan rawa lebak guna mendukung ketahanan pangan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program OPLA dan pendapatan usahatani padi sawah lebak di Desa Awal Terusan, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2025 menggunakan metode survei. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive, sedangkan pengambilan sampel petani menggunakan simple random sampling sebanyak 36 responden dari 361 petani peserta Program OPLA. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder yang dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisis implementasi program mengacu pada tahapan pelaksanaan Program OPLA, sedangkan analisis pendapatan dihitung menggunakan pendekatan biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program OPLA telah berjalan sesuai dengan tahapan program, yaitu persiapan lahan, penyediaan sarana produksi, penanaman dan pemeliharaan tanaman, serta monitoring dan evaluasi. Program didukung oleh pembangunan infrastruktur tata air, bantuan benih, pompa air, bantuan biaya pengolahan lahan, dan pendampingan penyuluh pertanian. Rata-rata biaya produksi usahatani padi sawah lebak sebesar Rp7.440.290 per musim tanam, rata-rata penerimaan sebesar Rp27.540.000 per musim tanam, dan rata-rata pendapatan sebesar Rp20.099.710 per musim tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program OPLA memberikan kontribusi positif terhadap pelaksanaan usahatani padi sawah lebak dan mendukung peningkatan pendapatan petani.
ABSTRACT
The Land Optimization Program (OPLA) is one of the Indonesian government's strategic initiatives to improve the productivity of lebak swamp rice fields in support of national food security. This study aimed to analyze the implementation of the OPLA Program and the income of lebak swamp rice farming in Awal Terusan Village, Sirah Pulau Padang District, Ogan Komering Ilir Regency. The research was conducted from March to May 2025 using a survey method. The study site was selected purposively, while 36 farmers were selected through simple random sampling from a population of 361 OPLA participant farmers. Primary and secondary data were collected and analyzed using qualitative descriptive and quantitative approaches. Program implementation was analyzed based on the stages of OPLA implementation, while farm income was calculated through production cost, revenue, and income analyses. The results showed that the implementation of the OPLA Program had been carried out according to its planned stages, including land preparation, provision of agricultural inputs, planting and crop maintenance, as well as monitoring and evaluation. The program was supported by the development of water management infrastructure, the provision of rice seeds, water pumps, land preparation assistance, and agricultural extension services. The average production cost of lebak swamp rice farming was IDR 7,440,290 per cropping season, while the average revenue reached IDR 27,540,000 per cropping season, resulting in an average farm income of IDR 20,099,710 per cropping season. These findings indicate that the OPLA Program has made a positive contribution to the implementation of lebak swamp rice farming and has supported the improvement of farmers' income.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Aminuddin. 1990. Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Sastra. Malang: Yayasan Asih Asah Asuh.
Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. 2015. Karakteristik Lahan Lebak untuk Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian.
Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. 2020. Potensi dan Pengelolaan Lahan Rawa untuk Pertanian. Kementerian Pertanian RI.
Direktorat Perluasan Dan Pengelolaan Lahan. 2013. Pedoman Teknis Optimasi Lahan Ta 2013. Direktorat Jenderal Prasarana Dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian. Jakarta.
Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. 2024. Keputusan Dirjen PSP No. 74/KPTS./SR.030/B/12/2024 tentang Petunjuk Teknis Optimasi Lahan Rawa Tahun Anggaran 2025. Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
FAO Indonesia. 2020. Sustainable Agricultural Practices in Wetland Areas. Jakarta: FAO Indonesia Office.
Kementerian Pertanian. 2020. Strategi Pengembangan Padi di Lahan Rawa dan Lahan Lebak dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional. Jakarta: Kementerian Pertanian RI.
Lestari, P., Handayani, R., & Ramadhani, Y. 2021. Pengelolaan Lahan Rawa Berbasis Lingkungan di Sumatera Selatan. Jurnal Pertanian Berkelanjutan.
Soekartawi. 2006. Analisis Usahatani. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Soekartawi. 2016. Analisis Usahatani. Jakarta: UI Press.
Sugiyono. 2022. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Republik Indonesia. 2003. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Soekartawi. 2006. Analisis usahatani. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Soekartawi. 2016. Analisis Usahatani. Jakarta: UI Press.
Sutaryo, & Suyamto. 2016. Teknologi pengelolaan lahan rawa lebak untuk peningkatan produksi padi. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal.
DOI: https://doi.org/10.32502/jsct.v15i1.11494
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis by jurnal.um-palembang.ac.id/societa is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
.png)






