Kajian Thermal Performance pada Gymnasium UI, Depok

Nadzir Muhammad, Wafirul Aqli

Sari


Dewasa ini bangunan dengan bentang lebar seperti gedung pameran, bandara, convention center, bangunan olahraga, stasiun, semakin banyak dibangun di Indonesia, sebagian besar merupakan bangunan fasilitas publik yang sangat dibutuhkan dalam menunjang aktifitas masyarakat modern.  Maka bangunan jenis ini perlu dirancang dengan sebaik mungkin, diantaranya ditandai dengan kenyamanan pengguna bangunan, serta kelayakan bangunan sebagai sarana umum. Thermal performance telah menarik perhatian bagi manusia dari semenjak manusia membuat tempat penampungan pertama yang dibangun untuk melindungi kita dari cuaca, musuh alami, dan bahaya lainnya. Kemajuan lebih lanjut dalam studi tentang thermal performance terjadi bersamaan dengan pengembangan ilmu bangunan sebagai suatu disiplin ilmu, dan dengan pengenalan komputasi personal (khususnya simulasi komputer) di lapangan. Untuk mengukur thermal performance yang pada kajian ini dikhususkan pada bangunan olahraga indoor secara kredibel, harus menggunakan prosedur pengukuran performa yang terstandarisasi internasional. Standar pengukuran yang sering digunakan adalah ASHRAE standard 55. ASHRAE standard 55 ini mengidentifikasi apa saja yang harus diukur, bagaimana pengukurannya, dan seberapa sering diukur melihat kenyamanan bangunan tersebut terhadap penggunanya.

Kata Kunci


Bangunan Bentang Lebar, Bangunan Olahraga Indoor, Thermal Performance, ASHRAE Standard 55

Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


ANSI/ASHRAE Standard 55. (2013). Thermal Environmental Conditions for Human Occupancy. Diakses dari https://www.ashrae.org/technical-resources/bookstore/standard-55-thermal-environmental-conditions-for-human-occupancy

ASHRAE. (2005). Thermal Comfort chapter, Fundamentals volume of the ASHRAE Handbook. Diakses dari https://www.ashrae.org/technical-resources/ashrae-handbook/ashrae-handbook-online

ASHRAE. (2012) Performance Measurement Protocols for Commercial Buildings American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers

Augenbroe, G. (2011). The Role of Simulation in Performance Based Building. Diakses dari https://www.researchgate.net/publication/285119209_The_role_of_simulation_in_performance_based_building

de Dear, R.J., Brager, G.S. (1998). Developing an Adaptive Model of Thermal Comfort and Preference. ASHRAE Transactions, SF-98-7-3 (4106) (RP-884)

Hensen, J.L.M., Lamberts, R. (2011). Building Performance Simulation for Design and Operation. London and New York: Spon Press.

Schodek, D.L. (1991). Struktur. Bandung: PT Eresco.

Szokolay, S. V. (2004). Introduction to Architectural Science: The Basis of Sustainable Design. Oxford: Architectural Press.

Wolkoff, P., Kjærgaard, S.K. (2007). The Dichotomy of Relative Humidity on Indoor Air Quality. Environment International, 33 (2007) 850 –857.




DOI: https://doi.org/10.32502/arsir.v4i2.2924

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Indexed by:

   

Arsir : Jurnal Arsitektur is lisenced under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 
View My Stats