Kajian Identifikasi Kerusakan: Rumah Gadang di Perkampungan Adat Nagari Sijunjung

Jonny Wongso, I Nengah Tela, Fielda Roza, Rini Afrimayetti

Sari


Perkampungan Adat Jorong Padang Ranah dan Tanah Bato Nagari Sijunjung masih mempertahankan 76 rumah gadang yang sudah ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya Rumah Gadang di perkampungan adat ini keseluruhannya terbuat dari kayu dan memiliki kerentanan terhadap pelapukan dan kerusakan elemen-elemen bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kerusakan bangunan rumah gadang melalui metode observasi lapangan. Kegiatan identifikasi kerusakan bangunan rumah gadang merupakan salah satu tahapan kegiatan yang harus dilakukan dalam sebuah proses pemugaran secara keseluruhan.  Metode yang digunakan yaitu metode observasi lapangan melalui pengamatan kondisi elemen-elemen bangunan rumah gadang. Pengamatan dilakukan terhadap kondisi eksisting elemen bangunan yang rusak, tipe kerusakan, tingkat kerusakan dan rencana penanganannya.  Setiap kondisi kerusakan diinformasikan secara detail yang disertai dengan foto, gambar dan keterangan yang diperlukan. Rencana penanganan yang berupa pemulihan arsitektural dan perbaikan struktur juga diinformasikan secara detail disertai dengan foto, gambar dan keterangan yang diperlukan. Hasil identifikasi akan dijadikan sebagai sebuah model dokumen identifikasi kerusakan yang digunakan sebagai dasar perencanaan teknis kegiatan pelestarian rumah gadang ke depannya.


Kata Kunci


pemugaran rumah gadang, perkampungan adat, identifikasi kerusakan, Nagari Sijunjung

Teks Lengkap:

JNW

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Indexed by:

   

Arsir : Jurnal Arsitektur is lisenced under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 
View My Stats