Pengenalan Metoda Disain dan Penerapannya pada Studio Perancangan Arsitektur

Erfan M Kamil

Sari


Merancang bangunan dalam konteks perkotaan harus ditempatkan berbeda, terutama dalam hal metoda perancangannya. Terdapat banyak metoda yang dapat digunakan, tetapi pendekatan rasional dan kontekstual yang menjadi salah satu kekuatan dari Responsive Environment, menjadi salah satu dasar dari penggunaannya pada Studio Perancangan Arsitektur 6. Fungsi bangunan tidak lagi tunggal, tetapi campuran Mix-Used yang merupakan perpaduan dari fungsi hunian dan non-hunian (perkantoran, toko). Mahasiswa tidak hanya ditugaskan untuk merancang bangunannya tetapi juga sekaligus membuat analisa kawasan serta kelayakan fungsi bangunan tersebut baik secara politis, sosial dan tentu saja secara ekonomis. Pembuatan analisa kawasan dilakukan secara kelompok sedangkan untuk perancangan bangunan dilakukan secara perorangan. Pembagian tugas ini adalah selain bertujuan untuk mempertajam pembahasan materi juga membiasakan kerja sama yang bertujuan untuk melatih perbedaan pendapat dan penyajian materi. Pemberian materi dilakukan pada 4 (empat) sampai dengan 6 (enam) minggu pertama, dan pada minggu ke 8 (delapan) diadakan penyajian materi analisa kawasan perkelompok. Untuk minggu ke-9 (Sembilan) dan seterusnya sampai dengan minggu ke-16 (enam belas) digunakan untuk disain perorangan bangunan perkavling. Hasil akhir dari studio ini adalah kajian kawasan dengan usulan konsep kawasan, serta desain salah satu bangunan dengan fungsi campuran (mix-used) dengan prinsip medium-rise, perimeter block

Kata Kunci


Studio Perancangan 6; Arsitektur Kota; Responsive Environment

Teks Lengkap:

PDF (English)


DOI: https://doi.org/10.32502/arsir.v1i1.854

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Indexed by:

   

Arsir : Jurnal Arsitektur is lisenced under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 
View My Stats