KONSEP TAKMIL AN NISAB ZAKAT PROFESI PANDANGAN YUSUF AL-QARDHAWI

Ahmad Zikri Dwiatmaja, Muhammad Wahyuddin Abdullah, Muslimin Kara, Bukhari Bukhari, Aniq Akhmad Ali Bawafie

Abstract


Zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam dan merupakan salah satu pilar utama dalam agama Islam. Zakat profesi yang dikenakan pada setiap pekerjaan atau keahlian profesional yang dilakukan secara individu atau bekerja sama dengan orang atau lembaga lain yang menghasilkan pendapatan (uang) yang melebihi nisab (batas minimal kewajiban zakat). Dengan demikian, zakat profesi adalah kewajiban mengeluarkan zakat atas penghasilan yang diperoleh dari profesi atau keahlian tertentu sesuai dengan nisab yang telah ditentukan. Tinjauan literatur merupakan upaya untuk mengumpulkan informasi dan landasan teoritis dengan meneliti buku-buku, makalah riset, temuan studi sebelumnya, jurnal yang relevan, serta artikel yang terkait dengan subjek penelitian. Proses pengumpulan data, baik primer maupun sekunder, diikuti dengan analisis kualitatif sebelum dipaparkan secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini Yusuf Al Qardhawi memasukkan gagasan takmil an nishab ke dalam zakat profesi untuk meningkatkan jumlah orang yang membayar zakat profesi. Konsep ini mengharuskan akumulasi pendapatan selama satu tahun meskipun tidak terkumpul dalam satu titik waktu tertentu. Pendekatan ini didukung oleh Mazhab Hanbali dalam konteks zakat pertanian, di mana seluruh hasil panen dari tanaman yang berbuah lebih dari sekali dalam setahun dapat digabungkan untuk mencapai nishab.


Keywords


Zakat Profesi, Konsep Takmil An Nisab, Pandangan Yusuf Al-Qardhawi

References


Afwan, M. M., & Andri. (2022). Analisis Kritis terhadap Konsep Zakat Profesi Menurut Yusuf Al Qardhawi. Jurnal An-Nahl, 9(1), 39–44https://doi.org/10.54576/annahl.v9i1.46

Al-Qardhawi, Y. (1973). Fikih Zakat (Jilid I). Pustaka Ar-Risalah.

Al-Qardhawi, Y. (1976). Halal wa Haram fi al Islam. Terj. Muamal Hamidy. PT. Bina Ilmu.

Baidowi, I. (2018). Zakat Profesi (Zakat Penghasilan). TAZKIYA Jurnal Keislaman Kemasyarakatan & Kebudayaan, 19(1), 40–54.

Bauzir, A. A. (1996). Fatawa Qardhawi (Cet II). Risalah Gusti.

Cahyani, A. I. (2020). Zakat Profesi Dalam Era Kontemporer. El-Iqthisadi : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah Dan Hukum, 2(2), 162–174. https://doi.org/10.24252/el-iqthisadi.v2i2.18351

Dimas. (2017). Definisi Profesi. http://definisimu.blogspot.co.id/ 2012/10/definisi-profesi. html

Hafidhudin, D. (2001). Panduan Praktis Tentang Zakat, Infak, dan Sedekah. Gema Insani Press.

Hani, U. (2016). Kajian Tentang Zakat Profesi Menurut Pandangan Didin Hafidhuddin. Ppj.Uniska-Bjm.Ac.Id, 465–472. https://ppj.uniska-bjm.ac.id/wp-content/uploads/2019/04/Septi-Anggraeni-HUBUNGAN-PENGETAHUAN.pdf

Riyadi, F. (2015). Kontroversi zakat profesi pesrpektif ulama kontemporer. ZISWAF, 2(1).

Saprida. (2016). Zakat Profesi Menurut Pandangan Yusuf Qardhawi. Jurnal Economica Sharia, 2(1), 49–57.

Setiawan, D. (2011). Profesi Dalam Perdagangan Islam. Jurnal Sosial Ekonomi PZakat Embangunan, 1(2), 195–208.

Uqbah, F. (1987). Pasang Surut Gerakan Islam (Cet I). Media Dakwah.

Yusuf Qardhawi. (2007). Hukum Zakat. Pustaka Litera Antar Nusa.

Zed, M. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. https://books.google.co.id/books?id=zG9sDAAAQBAJ&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false

Zikra, A., & Tanjung, D. (2023). Zakat Profesi Perspektif Maqâshid Syari’ah. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(10), 7940–7947. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i10.3014

Zuhaili, W. (1985). Fiqh al Islam wa Adillatuhu (Jilid II). Daar al-Fikr.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 CommuEduSyah: Jurnal Komunikasi, Pendidikan & Syari'ah

Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palembang.

Jln. Masa Jaya No.119b, Kel.16 Ulu, Kec.Seberang Ulu II, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30116