HUBUNGAN WARNA CANGKANG DAN BOBOT BENIH DENGAN PERTUMBUHAN DAN VIABILITAS KELAPA SAWIT (Elaies guineensis Jacq) DI PRE NURSERY

Ida Aryani, Asmawati Asmawati, Hafis El Assad

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh warna cangkang dan bobot benih terhadap viabilitas benih dan pertumbuhan bibit di Pre Nursery. Penelitian ini telah dilaksanakan bulan Agustus 2014 sampai dengan Maret 2015 di PT. Bina Sawit Makmur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 12 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor I Warna Cangkang Benih (W) yaitu  W1 = 100 % Warna cangkang  Putih, W2 = 50 %  Warna cangkang Hitam + 50 % Warna cangkang Putih, W3 = 100 % Warna cangkang Hitam. Faktor II  Bobot Benih (B), yaitu: B1 =  1,0 – 1.5 g, B2 =  2,0 – 2.5 g, B3 =  3,0 – 3.5 g dan B4 =  4,0 – 4.5 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi warna cangkang dan bobot benih tidak berpengaruh nyata terhadap daya berkecambah (DB), potensi tumbuh maksimum (PTM), intensitas dormansi(ID), serangan jamur (SJ), diameter batang (P1, P2, P3), tinggi tanaman (TT P1, TT  P2, TT P3), jumlah daun ( JD P1, JD P2, JD P3), persentase hidup bibit

Keywords


warna cangkang ; bobot benih ; kelapa sawit ; pre nursery

Full Text:

PDF

References


Anonim. 2012. Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit.http://www.tentangsawit.com/ pertumbuhan-bibit/.diakses 9 April 2014, 13.00 WIB

Bewley dan Black. 1982. Phyisiology and Biochemistry of Seed. Berlin. Heidelberg and New York: Springer-Verlag (1978 and 1982). Two volumes, pp. 306 and 375, DM 97 and 128

Corley RHV, Tinker PB. 2003. The Oil Palm. Blackwell Science Ltd. Oxford.

Farhana, B. Ilyas, S. Budiman, L. F. 2013.Pematahan Dormansi Benih Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) dengan Perendaman dalam Air Panas dan Variasi Konsentrasi Ethephon. Bul. Agrohorti 1 (1) 72 – 78

Gomes, A. Kwanchai, dan Arturo A. Gomes. 1995. Prosedur Statistik untuk Penelitian Pertanian.UI-press. Jakarta

Hidayat, T. 2010. Penyiapan Benih Kelapa Sawit Dalam Pengadaan Bahan Tanaman di Pusat Peneltian Kelapa Sawit (PPKS) Marihat, Sumatera Utara. Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian. IPB

.Kuswanto, H. 1996. Dasar-dasar Teknologi, Produksi, dan Sertifikat Benih. Andi. Yogyakarta

Lubis A.U. 2008. Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) di Indonesia, Edisi 2. Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Medan

Pahan, I. 2007. Paduan Lengkap Kelapa Sawit. Penebar Swadaya. Jakarta.

Silomba, S. D. A. 2006. Pengaruh Lama Perendaman dan Pemanasan Terhadap Viabilitas benih Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq). Skripsi.Program Studi Pemuliaan dan Teknologi Benih. Fakultas Pertanian. IPB. Bogor.

Sukarji dan Hasril. 1994. Buletin Perkebunan, hal.28-48, Vol. VIII

Sutopo, L. 2002. TeknologiBenih.PT. Raja GrafindoPersada. Jakarta.

Utomo, B. 2006. Ekologi Benih. Karya Ilmiah. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan




DOI: https://doi.org/10.32502/jk.v13i1.1093

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
klorofil by jurnal.um-palembang.ac.id is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.