STUDI MODAL SOSIAL PADA AGROWISATA PETIK SAYUR DI DESA KARANG JAYA KECAMATAN SELUPU REJANG KABUPATEN NREJANG LEBONG

Rizki Juliansyah, Rahmat Kurniawan

Abstract


ABSTRACT

This study aims to find out who and what is the role of each stakeholder in the management of vegetable picking agro-tourism in Karang Jaya Village, Selupu Rejang District, Rejang Lebong Regency and to find out how social capital is in the management of vegetable picking agro-tourism in Karang Jaya village, Selupu Rejang district, Rejang Lebong district. This research was carried out in Karang Jaya Village, Selupu Rejang District, Rejang Lebong Regency from May to July 2022. The research method used was a survey method, for the sampling method used the Snowball Sampling and Purposive Sampling methods. The data collection methods used in this study were observation and in-depth interviews and documentation. The data processing method used was editing, coding and tabulating and the data analysis used was Likert Scale. The results showed that the stakeholders involved in the management of vegetable picking agro-tourism in Karang Jaya Village were farmers, village government, Village-Owned Enterprises, Tourism Awareness Group and View Garden. The role of each stakeholder in the management of vegetable picking agro-tourism in Karang Jaya Village is a farmer whose role is onfarm activities, participation in planning and development as well as a guide. The village government whose role is the implementation of government administration, development, development, community empowerment, disaster management and assistance in promotion. Then the Village-Owned Enterprises whose role is to support village government programs and capital. Furthermore, the Tourism Awareness Group's role is to coordinate activities, guides/guides and build visitor self-sufficiency. Meanwhile, View Garden's role is to increase the attractiveness and provide facilities for its place. For social capital in the management of vegetable picking agro-tourism, the social capital index is worth 89.33% with the criteria of "very good", the social capital is in the form of trust, social norms and trust. The high social capital makes the management of vegetable picking agro-tourism in Karang Jaya Village can run well and achieve common goals.


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Siapa Saja dan Apa Peran Masing-Masing Stakeholder dalam Pengelolaan Agrowisata Petik Sayur di Desa Karang Jaya Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong dan untuk mengetahui Bagaimana Modal Sosial pada Pengelolaan Agrowisata Petik Sayur di Desa Karang Jaya Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karang Jaya Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong pada bulan Mei sampai bulan Juni tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, untuk metode penarikan contoh digunakan metode Snowball Sampling dan Purposive Sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi (Observation) dan wawancara mendalam (In Depth Interview) dan dokumentasi (documentation). Metode pengolahan data yang digunakan editting, coding dan tabulating dan analisis data yang digunakan adalah Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stakeholder yang terlibat dalam pengelolaan agrowisata petik sayur di Desa Karang Jaya adalah petani, pemerintah desa, Badan Usaha Milik Desa, Kelompok Sadar Wisata dan View Garden. Peranan masing-masing stakeholder dalam pengelolaan agrowisata petik sayur di Desa Karang Jaya adalah petani dimana perananya ialah kegiatan onfarm, keikutsertaan perencanaan dan pengembangan serta pemandu/guide. Pemerintah desa dimana peranannya ialah pelaksanaan administrasi pemerintahan, pembangunan, pembinaan, pemberdayaan masyarakat, penanggulangan bencana dan pendampingan dalam promosi. Kemudian Badan Usaha Milik Desa dimana perananya ialah mendukung program pemerintah desa dan permodalan. Selanjutnya Kelompok Sadar Wisata peranannya ialah mengkoordinir kegiatan, pemandu/guide dan membangun keswadayaan pengunjung. Sedangkan View Garden peranannya ialah meningkatkan daya tarik dan menyediakan fasilitas tempatnya. Untuk modal sosial dalam pengelolaan agrowisata petik sayur mendapatkan indeks modal sosial bernilai 89,33% dengan kriteria “sangat baik”, modal sosial tersebut berupa kepercayaan, norma sosial dan kepercayaan. Tingginya modal soial membuat pengelolaan agrowisata petik sayur di Desa Karang Jaya dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan bersama.


Keywords


Social Capital; Vegetable Picking Agrotourism; Rejang Lebong; Modal Sosial; Agrowisata Petik Sayur

Full Text:

PDF

References


Grootaert C. 1998. Social Capital: The Missing Link?. Social Capital Initiative Working Paper, 3. Social Development Department - The World Bank.

Hasbullah J. 2006. Sosial Kapital: Menuju Keunggulan Budaya Manusia Indonesia. Mr. United States. Jakarta.

Narbuko C. dan A. Achmadi. 2015. Metodologi Penelitian. PT Bumi Aksara. Jakarta. Indonesia.

Notoatmodjo S. 2005. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta

Gandhiadi, G.K. 2017. Pengaruh Modal Sosial dalm Orientasi Kewirausahaan dan Kinerja Usaha Terhadap Kesejahteraan Pelaku Usaha Industri Tenun di Provinsi Bali [Skripsi]. Bali (ID): Universitas Udayana Denpasar.

Suandi, 2007. Modal Sosial Kesejahteraan Ekonomi Keluarga di daerah Pedesaan Provinsi Jambi [Disertasi]. Bogor (ID): IPB.

Hariadi, S.S. 2011. Dinamika Kelompok. Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta (ID).

Damsar. 2002. Pengantar Sosiologi Ekonomi. Kencana. Jakarta

Hermana dan Barlian. 2004. Komunikasi Dalam Organisasi [Jurnal]. Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia.




DOI: https://doi.org/10.32502/jsct.v12i2.7747

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 


Creative Commons License

Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis by jurnal.um-palembang.ac.id/societa is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.